Kutim – Ambisi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengukir sejarah sebagai tuan rumah sekaligus juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 semakin terbuka. Hingga memasuki hari terakhir pertandingan, kontingen tuan rumah telah mengoleksi 16 medali emas dan masih berpeluang menambah satu emas dari cabang olahraga bulu tangkis.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim sekaligus Ketua Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Kutim, Syahfur, saat diwawancarai di GOR Kudungga, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Syahfur, perjuangan atlet ASN Kutim sepanjang kompetisi telah menunjukkan hasil membanggakan. Dari sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, kontingen tuan rumah mampu mengumpulkan medali emas dalam jumlah yang menempatkannya pada posisi teratas klasemen sementara berdasarkan data yang disampaikannya.
“Alhamdulillah dari keseluruhan cabang olahraga sampai dengan hari ini kita sudah meraih 16 medali emas,” ujar Syahfur.
Ia menjelaskan, peluang menambah medali sebenarnya masih terbuka dari sejumlah pertandingan yang berlangsung pada hari terakhir. Namun, tidak semua cabang olahraga mampu memberikan hasil sesuai harapan.
Salah satu pertandingan yang menjadi perhatian adalah bola voli putri. Tim Kutim sebelumnya diharapkan mampu menyumbangkan tambahan medali emas, tetapi harus menghadapi lawan tangguh sehingga target tersebut belum berhasil diwujudkan.
Meski demikian, Syahfur tetap mengapresiasi perjuangan para atlet yang dinilai telah memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
Menurutnya, hasil pertandingan merupakan bagian dari dinamika kompetisi yang harus diterima dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kita berharap bisa dapat emas lagi, tapi ya mereka sudah berjuang maksimal. Alhamdulillah kita tetap bersyukur sampai dengan hari ini kita masih memiliki perolehan 16 emas,” katanya.
Syahfur menambahkan, harapan untuk menambah koleksi medali emas kini tertuju pada cabang olahraga bulu tangkis yang masih menyisakan satu pertandingan.
Apabila peluang tersebut berhasil dimaksimalkan, jumlah medali emas kontingen Kutim berpotensi meningkat menjadi 17.
“Kita masih ada satu lagi di bulu tangkis. Kita mohon doa juga supaya bisa meraih emas hingga menambah semuanya menjadi 17,” harapnya.
Berdasarkan keterangan sementara yang disampaikan Syahfur, kontingen Kutim telah mengoleksi 16 medali emas, sekitar 14 medali perak, dan sekitar 16 medali perunggu.
Namun, jumlah medali perak dan perunggu tersebut masih memerlukan pencocokan dengan rekapitulasi resmi panitia pertandingan.
Dalam persaingan klasemen sementara, Kutim disebut masih berada di atas kontingen Kutai Kartanegara (Kukar), yang menurut keterangan dalam wawancara telah mengumpulkan 13 medali emas.
Dengan keunggulan tersebut, Kutim memiliki peluang mempertahankan posisi puncak hingga seluruh pertandingan berakhir.
Kendati demikian, kepastian gelar juara umum tetap harus menunggu pengesahan hasil akhir dari panitia penyelenggara.
Syahfur mengakui bahwa persaingan antarkontingen berlangsung cukup ketat. Setiap daerah berupaya menunjukkan kemampuan terbaik melalui atlet ASN yang diturunkan pada berbagai cabang olahraga.
Bagi Kutim, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga di lingkungan Korpri memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Selain menjaga kondisi fisik aparatur, kegiatan olahraga dinilai dapat membangun mental kompetitif, kedisiplinan, serta semangat kerja sama yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Syahfur berharap seluruh masyarakat Kutai Timur terus memberikan dukungan kepada atlet yang masih bertanding agar mampu menuntaskan kompetisi dengan hasil terbaik.
“Mudah-mudahan mohon doanya semuanya kita bisa bertahan,” ucapnya.
Dengan modal 16 medali emas dan peluang tambahan dari bulu tangkis, Kutai Timur berada dalam posisi menjanjikan untuk menutup Porprov Korpri IV Kaltim 2026 dengan prestasi membanggakan.
Keberhasilan tersebut akan menjadi pencapaian penting bagi daerah yang tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga tampil sebagai salah satu kekuatan utama olahraga ASN di Kalimantan Timur.
