SIDOARJO – Perhatian terhadap kelompok lanjut usia (lansia) tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Mereka membutuhkan kepedulian, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta jaminan sosial agar tetap bisa menjalani kehidupan dengan sehat, mandiri, dan bermartabat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berupaya memperkuat berbagai program perlindungan dan pemberdayaan bagi warga lanjut usia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Hari Lanjut Usia Internasional Tahun 2026 yang digelar di Gedung Youth Centre Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Rabu (4/11/2026).
Menurut Mimik, kesejahteraan lansia merupakan bagian penting yang harus menjadi perhatian bersama. Mereka bukan sekadar kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan, melainkan sosok yang telah melewati perjalanan panjang kehidupan dan memberikan kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan daerah.
Oleh sebab itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan para lansia memperoleh perhatian dan kesempatan yang layak dalam menjalani masa tuanya.
“Kesejahteraan lansia harus terus diperkuat melalui program-program nyata. Saya ingin para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, bahagia, mandiri, dan tetap memiliki semangat untuk beraktivitas,” ujar Mimik di sela kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap keberadaan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia.
Menurutnya, usia yang semakin bertambah bukan alasan bagi seseorang untuk kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan maupun berkontribusi di lingkungan sekitarnya.
Bahkan, semangat para lansia yang masih aktif dalam berbagai kegiatan menjadi gambaran bahwa produktivitas tidak selalu dibatasi oleh usia.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Meski usianya tak lagi muda, semangat mereka untuk Kabupaten Sidoarjo tetap membara,” ungkapnya.
Mimik berharap, perhatian terhadap lansia tidak hanya muncul ketika peringatan hari besar, tetapi dapat diwujudkan secara berkelanjutan melalui program dan tindakan nyata. Mulai dari kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, kegiatan pemberdayaan, hingga pendampingan bagi lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia juga mengajak masyarakat, keluarga, komunitas, serta seluruh organisasi sosial untuk mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap warga senior.
Menurutnya, keluarga memiliki posisi penting dalam memberikan dukungan kepada orang tua. Perhatian sederhana, seperti menemani beraktivitas, memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, serta menjaga kondisi kesehatan, merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi lansia.

“Pada peringatan HLUN ini, saya berdoa agar para lansia di Sidoarjo selalu diberikan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan bersama keluarga, serta kesempatan menikmati masa tua dengan penuh rasa syukur,” tutur Mimik.
Lebih lanjut, ia berharap Sidoarjo dapat terus berkembang menjadi daerah yang memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, berinteraksi, dan memperoleh hak-haknya sebagai warga masyarakat. Dengan demikian, masa tua tidak harus identik dengan keterbatasan, kesepian, ataupun ketergantungan kepada orang lain.
Peringatan HLUN dan Hari Lanjut Usia Internasional Tahun 2026 tersebut mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Tema ini menjadi pengingat bahwa keberadaan lansia merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial.
Pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai kehidupan yang mereka miliki merupakan warisan berharga bagi generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Moh. Bahrul Amig, Kepala Disporapar Rudi Setiawan, Kepala DP3AKB Heni Kristiani, Kepala Dinas Kesehatan Lakhsmie Herawati Yuwantina, serta Kepala Dinas Sosial R. Mharta Wara Kusuma.
Kehadiran sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan lansia membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Sebab, kebutuhan warga lanjut usia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut perlindungan sosial, aktivitas masyarakat, pemberdayaan, dan dukungan lingkungan keluarga.
Di sisi lain, salah seorang lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga lanjut usia sangat berarti. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diikuti dengan perhatian yang berkesinambungan, terutama bagi lansia yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.
Namun, saat dimintai keterangan, yang bersangkutan memilih tidak menyebutkan identitasnya karena merasa enggan namanya dipublikasikan. (adv/Iswn)
