Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kutim Gelar Sunatan Massal Gratis

17 Jun 2026

Ronal Stephen Desak W Super Club Ditutup Sementara

17 Jun 2026

Legislator Nasdem Samarinda Minta Pemkot Hidupkan Wisata Lama untuk Genjot PAD

16 Jun 2026
1 2 3 … 936 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Harganas di Kutim, Podcast Bangga Kencana Angkat Isu Stunting

Pemkab Kutim AlawiAlawi4 Sep 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Kutai Timur (Kutim) tahun ini diwarnai dengan cara berbeda. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim menggelar seminar sekaligus podcast “Bangga Kencana” bertajuk “Kepemimpinan Kolaboratif dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting dari Sudut Pandang Genetika Darah”, Rabu (3/9/2025).

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latif, yang hadir sebagai narasumber menegaskan pentingnya kepemimpinan kolaboratif. Ia mengibaratkan peran pemimpin seperti seorang dirigen orkestra yang mampu menyatukan berbagai potensi individu agar menghasilkan harmoni.

“Dalam bekerja di suatu tim itu bukan Superman yang dibutuhkan, akan tetapi super tim. Pemimpin harus paham potensi tiap orang agar bisa menyatukan kekuatan menjadi energi positif,” ujarnya di Ruang Multimedia Bangga Kencana DPPKB.

Sudirman mencontohkan penerapan E-Kinerja yang mampu meningkatkan kedisiplinan ASN. Namun, menurutnya, efektivitas kinerja tidak cukup dengan sistem, melainkan harus dibarengi komunikasi empatik dari pemimpin.

Kehadiran Direktur Golda Institut Indonesia, Eva Dipanti Tumba, semakin memperkaya diskusi. Ia mengaitkan gaya kepemimpinan dengan karakter golongan darah, yang menurutnya memengaruhi cara individu merespons informasi. “O itu pemburu, A petani, B penggembala, AB kompleks dan rasional. Pemahaman ini penting bagi pemimpin untuk menyeimbangkan kekuatan timnya,” jelas Eva.

Lebih jauh, Eva menghubungkan konsep golongan darah dengan isu stunting. Ia menekankan kondisi psikologis ibu hamil berperan besar terhadap perkembangan janin. “Kalau ibu hamil stres, nutrisi tidak terserap maksimal untuk perkembangan otak dan fisik janin. Itulah sebabnya kesiapan mental lebih utama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kajian SDM dan Pengembangan Kepemimpinan (Pusjar SKPP) LAN Samarinda, Rahmat Suparman, menyebut podcast ini sebagai terobosan komunikasi yang mampu menyatukan banyak pihak.

“Dalam konteks kolaborasi tidak ada superman, yang ada adalah super team. Semua pihak, mulai dari dinas kesehatan, sosial, pendidikan, hingga tokoh masyarakat, harus bergerak bersama. Itu kunci percepatan penurunan stunting,” jelas Rahmat.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, yang juga bertindak sebagai host, menegaskan bahwa kolaborasi OPD sangat penting agar intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, pemetaan data akan menjadi kunci sukses.

“Semua OPD harus sepakat jemput bola dengan data ini. Sasarannya jelas, intervensinya tepat. Saya yakin angka stunting akan turun,” ungkap Junaidi.

Ia juga memastikan DPPKB akan terus melibatkan pakar, penyuluh, dan keluarga berisiko stunting dalam diskusi lanjutan. “Gerak serentak, berbeda warna boleh, tapi tujuannya sama: menurunkan anak stunting di Kutim,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Hamriani Kassa Apresiasi KPC, Posyandu Kamasean Resmi Beroperasi

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

Berita Terkini

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kutim Gelar Sunatan Massal Gratis

Ajeng NadyaAjeng Nadya17 Jun 2026 Hukum

Ronal Stephen Desak W Super Club Ditutup Sementara

17 Jun 2026

Legislator Nasdem Samarinda Minta Pemkot Hidupkan Wisata Lama untuk Genjot PAD

16 Jun 2026

Jabat Ketua PORDI Samarinda Utara, Maswedi Ubah Citra Domino Jadi Olahraga Strategi

15 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.