Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Dishub Samarinda Targetkan PAD Parkir Rp200 Miliar, Deni Hakim Siap Kawal

12 Jun 2026

DPRD Samarinda Siapkan Solusi Truk Parkir di Kawasan Pergudangan Sungai Kunjang

12 Jun 2026

Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Pelaku Usaha Taati Aturan

11 Jun 2026
1 2 3 … 932 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

40 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Ditemukan di Kutim

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya27 Nov 2025607
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, H Idham Cholid
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, H Idham Cholid (AN/Etara.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Meski terlihat menurun dibanding tahun sebelumnya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kutai Timur (Kutim) tetap menjadi sorotan tajam. Hingga November 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim mencatat sebanyak 40 kasus.

Data ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektor dan penyerahan komitmen bersama yang digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (27/11/2025). Rapat dipimpin Kepala DP3A Kutim, H Idham Cholid, dan dihadiri oleh lintas OPD serta institusi vertikal seperti Polres Kutim, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama.

Menurut Idham, jumlah 40 kasus tersebut bukanlah gambaran utuh karena diyakini masih banyak korban yang memilih menyelesaikan persoalan secara pribadi tanpa melapor.

“Jumlah kasus sebenarnya bisa lebih tinggi, karena sebagian masyarakat masih memilih menyelesaikan secara damai antar pihak. Padahal kalau dilaporkan, UPTD PPPA bisa melakukan pendampingan dan pengawalan kasusnya,” kata Idham, didampingi Plt Kabid Perlindungan Khusus Anak, Sukmawati.

Ia merinci bahwa Sangatta Utara menjadi wilayah dengan laporan tertinggi yakni 7 kasus, disusul Sangatta Selatan dengan 6 kasus, dan Muara Wahau mencatatkan 5 kasus.

Dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 45 kasus, memang ada penurunan, namun DP3A mengingatkan bahwa angka-angka ini belum mencerminkan kondisi riil di masyarakat.

“Kami khawatir banyak korban yang enggan melapor karena faktor tekanan sosial atau ketidaktahuan soal layanan pendampingan,” ujar Idham.

Di sisi lain, DP3A menghadapi kendala besar dalam penanganan kasus karena minimnya dukungan anggaran. Ia menyebut, bidang perlindungan khusus anak dan perempuan di DP3A hanya mendapatkan dana dari DAK tanpa dukungan APBD untuk tahun 2026.

“Kalau murni mengandalkan APBD, sangat sangat sulit,” keluh Idham.

Sebagai alternatif, DP3A Kutim menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pengadilan Agama, Kemenag, dan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam APSAI, guna menjaga agar layanan pendampingan tetap berjalan.

Rapat koordinasi itu juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi lintas sektor, serta membangun komitmen bersama dalam mendorong deteksi dini kerentanan sosial. Bupati Kutim sendiri telah menginstruksikan seluruh OPD untuk lebih aktif mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dengan tren kasus yang masih tinggi dan tantangan anggaran yang nyata, perlindungan terhadap kelompok rentan di Kutim masih memerlukan perhatian serius dan kolaborasi konkret semua pihak. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

Ardiansyah Minta Petani dan Peternak Kutim Bergerak Nyata

Berita Terkini

Dishub Samarinda Targetkan PAD Parkir Rp200 Miliar, Deni Hakim Siap Kawal

AlawiAlawi12 Jun 2026 DPRD Kota Samarinda

DPRD Samarinda Siapkan Solusi Truk Parkir di Kawasan Pergudangan Sungai Kunjang

12 Jun 2026

Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Pelaku Usaha Taati Aturan

11 Jun 2026

DPRD Samarinda Dukung Parkir Berlangganan, Minta Jukir Resmi dan CCTV Disiapkan

11 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.