Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

12 Jul 2026

Komisi 4 Dorong Job Fair Samarinda Digelar Lebih Sering

11 Jul 2026

DPRD Samarinda Minta Disnaker Perkuat Program Atasi Pengangguran

11 Jul 2026
1 2 3 … 948 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Puluhan Paguyuban di Kutim Meriahkan Pentas Seni Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya3 Nov 2024680
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana pentas seni festival adat tradisi kuliner Nusantara
Suasana pentas seni festival adat tradisi kuliner Nusantara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara sebagai bagian dari upaya merawat kebudayaan Indonesia yang menjadi jati diri bangsa. Festival ini berlangsung selama sepuluh hari, dari tanggal 2 hingga 24 November 2024, dengan puncak acara pentas seni dari paguyuban-paguyuban Nusantara pada 9 hingga 11 November.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyampaikan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk mempererat persatuan melalui budaya, seni, dan tradisi yang beragam. “Pelaksanaan festival ini dilakukan setelah melalui pematangan tahap pra-acara. Selama sepuluh hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi berbagai keunikan adat dan kuliner dari berbagai penjuru Nusantara,” ujarnya.

Paguyuban Nusantara Tampilkan Kekayaan Budaya

Festival ini diikuti oleh puluhan paguyuban dari berbagai wilayah di Indonesia. Pentas seni yang menjadi daya tarik utama festival ini menampilkan ragam budaya mulai dari Indonesia Timur, Indonesia Tengah, hingga Indonesia Barat. Paguyuban yang berpartisipasi mencakup:

  1. Jaranan New Joyoboyo
  2. Reog Singo Lawu
  3. Paguyuban Bali
  4. DPD Ikatan Keluarga Besar Sulawesi Tengah (IKBST)
  5. Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU)
  6. Paguyuban Wayang Panorama
  7. Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)
  8. Paguyuban Ende Lio (NTT)
  9. Kerukunan Bubuhan Banjar Kutai Timur (KBBKT)
  10. Ikatan Keluarga Besar Sumatra (IKABES)
  11. Grup Mardhatillah
  12. Tingkilan Selera Kutai
  13. Dusmala (Dusun, Ma’ayan, Lawangan)
  14. HKST
  15. Paguyuban Keluarga Pasundan (PKP)
  16. Odah Seni Betuah
  17. Grup Kelangtegai
  18. Grup Persatuan Aneuk Naggroe Aceh Bansigom Kutim
  19. K-Plus

Beragam paguyuban ini mempersembahkan pertunjukan seni dan budaya yang unik. Dari tarian tradisional, musik etnik, hingga pertunjukan teater adat, semuanya menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Kesenian dan Kuliner Nusantara, Ikatan Antargenerasi

Festival ini tidak hanya menampilkan seni pertunjukan tetapi juga menghadirkan berbagai kuliner tradisional dari masing-masing daerah. Stand-stand kuliner yang memamerkan makanan khas Nusantara seperti Ayam Betutu dari Bali, Coto Makassar dari Sulawesi Selatan, Papeda dari Papua, dan Nasi Liwet dari Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Padliyansyah menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. “Kami ingin generasi muda tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat aktif dalam pelestarian budaya. Lewat festival ini, kita bisa menjalin ikatan antargenerasi melalui seni dan kuliner tradisional,” katanya.

Antusiasme Pengunjung Membludak

Hari pertama pelaksanaan festival langsung disambut antusias oleh masyarakat Kutim. Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak menikmati beragam kegiatan yang disuguhkan.

Eka, seorang pengunjung asal Sangatta, mengaku kagum dengan keberagaman budaya yang ditampilkan. “Ini luar biasa! Saya bisa melihat tarian dari Aceh, musik tingkilan khas Kutai, sampai kuliner dari NTT, semuanya dalam satu tempat. Harus sering-sering diadakan acara seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, peserta dari Paguyuban Bali, Made Arya, mengatakan bahwa festival ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luas. “Kami merasa terhormat bisa tampil di sini. Selain mengenalkan budaya kami, ini juga menjadi kesempatan untuk belajar tentang budaya daerah lain,” katanya.

Puncak Acara, Parade Budaya Nusantara

Pada tanggal 9 hingga 11 November, festival mencapai puncaknya dengan parade budaya Nusantara. Setiap paguyuban tampil secara bergiliran, menampilkan kekayaan budaya dari wilayahnya masing-masing.

Parade dimulai dengan suguhan seni dari Indonesia Timur, seperti tarian dari Papua dan musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur. Dilanjutkan dengan budaya Indonesia Tengah yang menampilkan seni tari Maengket dari Sulawesi Utara dan gamelan dari Bali. Sementara itu, Indonesia Barat diwakili dengan pertunjukan Reog Ponorogo, Tari Piring dari Sumatra Barat, dan seni tingkilan khas Kutai.

Selain itu, setiap paguyuban juga memperkenalkan pakaian adat dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Para pengunjung diajak untuk lebih memahami makna dari setiap elemen budaya yang disuguhkan.

Komitmen Melestarikan Budaya

Festival ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam melestarikan budaya lokal dan nasional. Padliyansyah berharap, acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadikan Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara sebagai ajang rutin. Ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang pendidikan budaya, persatuan, dan pelestarian tradisi,” tegasnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan festival ini, masyarakat Kutim diharapkan semakin mengenal dan mencintai kebudayaan Nusantara, yang pada akhirnya memperkuat rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia.

Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara membuktikan bahwa budaya adalah jembatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman. Dengan melibatkan banyak paguyuban dari berbagai daerah, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga ruang untuk belajar dan berbagi.

Acara ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, warisan budaya harus tetap dijaga sebagai identitas bangsa yang tak tergantikan.

Silakan Bekomentar
Berita pemkab Kutim Kabar Kutim Pemkab Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DP3A Kutim Cetak Fasilitator Andal Sekolah Ramah Anak

Debit Mata Air Menurun, Perumdam Kutim Targetkan Air Bersih Maloy Mengalir Lagi Juli Ini

Disdik Kutim Pastikan Tak Ada Siswa Kebingungan Saat SPMB

Berita Terkini

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

AlawiAlawi12 Jul 2026 DPRD Kota Samarinda

Komisi 4 Dorong Job Fair Samarinda Digelar Lebih Sering

11 Jul 2026

DPRD Samarinda Minta Disnaker Perkuat Program Atasi Pengangguran

11 Jul 2026

DP3A Kutim Cetak Fasilitator Andal Sekolah Ramah Anak

11 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.