Sangatta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), PD PERHAPI Kutai Timur menyelenggarakan seminar bertema “Pengajuan Izin Usaha Jasa Pertambangan”. Bertempat di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (2/11/2024), acara ini mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga perusahaan tambang besar di Kutai Timur.
Ketua PD PERHAPI Kutai Timur, Zulfikar Rahman Sagala, menyebut perayaan ini sebagai momen penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh pihak. Harapan kami, seminar ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika perizinan usaha jasa pertambangan serta regulasi yang terus berkembang,” ujar Zulfikar.
Acara ini menghadirkan narasumber dari perusahaan tambang terkemuka, seperti Alim Perdana, Contract Manager PT Kaltim Prima Coal, dan Sabar Nababan, Ahli Manager PT AEC Mining. Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan dan peluang dalam mengelola izin usaha jasa pertambangan di tengah regulasi yang dinamis.
Komitmen PERHAPI terhadap Pertambangan Berkelanjutan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, membuka acara dengan apresiasi atas peran aktif PERHAPI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Poniso menegaskan bahwa perizinan usaha pertambangan merupakan kunci keberlanjutan industri tambang yang tidak hanya fokus pada manfaat ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Izin usaha pertambangan bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah fondasi penting untuk memastikan kegiatan tambang memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa regulasi yang transparan akan memastikan distribusi manfaat tambang kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Beasiswa bagi Pelajar: Investasi Masa Depan
Sebagai bagian dari peringatan HUT, PERHAPI Kutai Timur memberikan beasiswa kepada 22 siswa lokal. Zulfikar menyatakan, langkah ini adalah komitmen organisasi untuk mendorong regenerasi tenaga ahli di bidang tambang. “Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dalam industri pertambangan,” katanya.
Beasiswa ini diharapkan dapat memotivasi pelajar untuk lebih tertarik mendalami ilmu pertambangan dan berkontribusi pada pengembangan sektor tersebut di Kutai Timur.
Sesi Mining Talk: Wawasan dari Para Ahli
Sesi Mining Talk menjadi sorotan utama acara, menghadirkan diskusi mendalam dari para ahli di bidang pertambangan. Hendro Ichwanto, Chief Operating Officer PT Kaltim Prima Coal sekaligus Dewan Penasehat PD PERHAPI Kutai Timur, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan industri tambang yang berkelanjutan.
“Kolaborasi adalah kunci. Semua pihak harus berada pada jalur yang sama untuk memastikan industri tambang memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan lingkungan,” kata Hendro.
Poltak Sinaga, General Manager Coal Processing & Handling Division dan Ketua Dewan Pakar PD PERHAPI Kutai Timur, menambahkan bahwa teknologi mutakhir harus diintegrasikan dalam operasional tambang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan.
Danang Wijaya Budianto dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menguraikan peran pemerintah sebagai regulator. Menurutnya, pemahaman regulasi yang baik oleh semua pihak akan memastikan pelaksanaan tambang yang efektif. “Dengan sinergi yang baik, kita dapat memaksimalkan manfaat tambang dan meminimalkan dampak negatif,” ujarnya.
Tri Sutrisno A. Arbi dari PT Darma Henwa Tbk serta Slamet Widodo dari PT ORICA Mining Services turut memaparkan teknik terbaru dalam pengelolaan bahan peledak dan praktik pertambangan ramah lingkungan. Diskusi ini memberi wawasan tentang inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung operasi tambang yang aman dan berkelanjutan.
Dinamika Regulasi dan Tantangan Masa Depan
Para pembicara juga menyoroti dinamika regulasi di industri pertambangan. Alim Perdana dari PT Kaltim Prima Coal mengungkapkan, perubahan regulasi yang cepat sering menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menyesuaikan operasional mereka. Namun, ia optimis bahwa dengan komunikasi yang intensif antara perusahaan dan pemerintah, tantangan tersebut dapat diatasi.
Sabar Nababan dari PT AEC Mining menambahkan bahwa transparansi dalam pengelolaan izin usaha adalah salah satu solusi untuk menciptakan kepercayaan antara perusahaan tambang dan masyarakat sekitar.
Penutup: Sinergi untuk Masa Depan
Seminar dan Mining Talk ini menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan industri pertambangan yang lebih berkelanjutan. Poniso menegaskan, sektor pertambangan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kutai Timur. Dengan pendekatan yang tepat, potensi tambang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui kerja sama yang erat, kita dapat memastikan sektor tambang Kutai Timur tetap menjadi aset berharga bagi generasi sekarang dan mendatang,” tutup Poniso.
