Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

CSR Didorong Selamatkan Bandara Uyang Lahai

21 Mei 2026

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026
1 2 3 … 925 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Merdeka Jaringan Terganjal: Sekolah Kutai Timur Butuh Solusi

DPRD Kutim AisyahAisyah25 Jul 2024811
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Merdeka Jaringan Terganjal: Sekolah Kutai Timur Butuh Solusi
Ketua Komisi D DPRD Kutai Timur, Yan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutim – Ketua Komisi D DPRD Kutai Timur, Yan, menyoroti berbagai masalah infrastruktur pendidikan dalam wawancara, Rabu (10/7/2024).

Yan menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam mewujudkan program Merdeka Belajar dan Merdeka Jaringan, terutama di daerah yang belum memiliki akses listrik PLN.

“Mengenai daerah yang belum memiliki akses PLN, kami akan melengkapi dengan tenaga surya. Maka, proses Merdeka Belajar ini, yang berarti juga Merdeka Jaringan, tidak akan sulit, apalagi dengan anggaran yang ada sekarang. Tinggal komitmen pemerintah untuk mengikuti ucapan dan programnya,” ujar Yan.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sering kali kesulitan mengajukan usulan karena terbentur pada sistem yang tidak mendukung.

“Jangan sampai kita mau memasukkan usulan justru kamus usulannya yang tidak membolehkan. Saya kira usulan masyarakat jadi tidak bisa terakomodir. Kalau saya niatnya begitu dan itu tidak sulit,” jelasnya.

Zonasi dan Digital Talent Scholarship (DTS)

Yan juga menyinggung tentang masalah zonasi dan Digital Talent Scholarship (DTS) yang macet.

“Walaupun kasus zonasi atau DTS seharusnya kalau berjalan dengan baik akan lancar. Tapi karena itu macet, perlu ada solusi lain. Saya lihat begitu canggihnya IT sekarang, kiranya sekolah bisa merdeka jaringan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi kolektif untuk mengatasi masalah ini.

“Banyak sekolah yang meminta bantuan saat saya reses. Saya minta mereka bertindak kolektif. Misalnya, satu starlink harganya 5 juta itu terasa berat, tapi kalau ada satu kecamatan yang sama, maka kita bantu 100 juta misalnya. Namun hingga saat ini belum ada sekolah yang memberikan tindak lanjut apakah cukup diatasi oleh Dinas Pendidikan saja,” lanjut Yan.

Yan juga menyoroti pentingnya uji coba dan evaluasi sebelum pengadaan dilakukan, khususnya di Sangatta.

Evaluasi dan Perencanaan: Pentingnya Uji Coba Sebelum Pengadaan di Sekolah

“Terkait pengadaan di sekolah khusus Sangatta, perlu ada uji coba sebelum segala sesuatu dilakukan. Apakah pemerintah sudah mengevaluasi dan merencanakannya dengan baik? Kalau selama itu untuk kemajuan masyarakat, ya silakan saja, kita mendukung. Tetapi ketika ini dalam tanda kutip dipakai untuk hal-hal tertentu yang tidak baik, itu yang menjadi perhatian kita. Program harus dipelajari dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi.

“Tahun ini kita menghadapi masalah dengan PPDB zonasi. Solusinya harus kita membangun unit baru. Ada beberapa sekolah yang tidak memungkinkan untuk kita tambahkan ruang kelas. Jadi solusinya kita membangun sekolah baru. Itu saya anggap sangat penting,” lanjutnya.

Yan menambahkan bahwa pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk mengatasi hambatan yang ada.

“Pemerintah perlu menunjukkan komitmen yang jelas dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan. Jangan sampai hanya sebatas ucapan tanpa realisasi yang nyata di lapangan. Kita harus memastikan bahwa anggaran yang ada digunakan seefektif mungkin untuk kepentingan pendidikan,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
DPRD Kutim Kabar Kutim Yan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPRD Kutim Sahkan Raperda RPIK 2025-2044

Raperda Penyelenggaraan Olahraga Disahkan, Jimmi Dorong Olahraga Kutim Tumbuh hingga Desa

Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang Umrah Bersama Dua Istri dan Anak

Berita Terkini

CSR Didorong Selamatkan Bandara Uyang Lahai

Ajeng NadyaAjeng Nadya21 Mei 2026 Pemkab Kutim

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

19 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.