Samarinda – Terowongan Selili yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di Kota Samarinda kini memasuki fase krusial. Di tengah tingginya harapan masyarakat, penyelesaian seluruh persoalan pendukung dinilai menjadi kunci agar infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal dan memberikan rasa aman bagi pengguna.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, meminta seluruh persoalan yang masih berkaitan dengan proyek Terowongan Selili dapat diselesaikan sebelum fasilitas tersebut resmi dibuka untuk masyarakat. Pernyataan itu disampaikan setelah adanya informasi mengenai proses pembebasan lahan di kawasan bagian atas terowongan yang disebut masih berlangsung.
“Kami belum cek detail perkembangan terakhir,” ujar Abdul Rohim, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda masih menangani sejumlah bidang tanah yang proses pembebasannya belum rampung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak memengaruhi kondisi fisik bangunan, karena secara konstruksi Terowongan Selili telah berada dalam kondisi siap setelah melalui berbagai penyempurnaan.
“Yang penting semua jelas dulu,” katanya.
Abdul Rohim menilai penyelesaian aspek nonteknis sama pentingnya dengan kesiapan konstruksi. Kejelasan mengenai status lahan dan administrasi diperlukan agar tidak memunculkan keraguan di tengah masyarakat ketika terowongan mulai difungsikan.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan, tetapi juga oleh tuntasnya seluruh aspek pendukung yang berkaitan dengan legalitas dan kesiapan kawasan sekitar. Karena itu, DPRD Kota Samarinda berencana meminta penjelasan resmi kepada pihak terkait guna mengetahui perkembangan penyelesaian pembebasan lahan tersebut.
Selain persoalan lahan, Abdul Rohim menilai percepatan penerbitan izin operasional dari pemerintah pusat menjadi hal yang tidak kalah penting. Sebab, meskipun secara fisik pembangunan telah selesai, terowongan belum dapat digunakan secara resmi sebelum seluruh perizinan yang dibutuhkan diterbitkan.
“Harapannya saat dibuka nanti semua sudah tuntas, supaya masyarakat bisa menggunakannya dengan nyaman dan percaya diri,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti besarnya ekspektasi masyarakat terhadap keberadaan Terowongan Selili yang telah lama dinantikan sebagai salah satu solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Samarinda. Menurutnya, harapan tersebut harus dibarengi dengan kepastian mengenai waktu operasional serta jaminan bahwa seluruh persoalan yang ada telah terselesaikan secara menyeluruh.
Keberadaan Terowongan Selili diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas warga. Karena itu, DPRD Kota Samarinda menekankan pentingnya memastikan tidak ada persoalan yang tersisa sebelum fasilitas tersebut benar-benar dibuka untuk umum.
Dengan penyelesaian yang menyeluruh, Terowongan Selili diharapkan tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah. (ADV).
