Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

6 Okt 2026

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026
1 2 3 … 983 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

    14 Sep 2026

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Kutim Dorong Literasi Digital, 750 Guru Ikuti Pelatihan Level 0

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya14 Nov 2025501
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim
Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim (Etara.id/AN)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – “Langkah kecil, lompatan besar,” bisa menggambarkan upaya Disdikbud Kutim mendorong transformasi digital dunia pendidikan: sebanyak sekitar 750 guru dari berbagai jenjang telah menyelesaikan pelatihan dasar Google Workspace for Education Level 0 sebagai fondasi literasi digital di wilayah ini.

Pelatihan ini digelar dalam empat batch atau angkatan, menurut penjelasan Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim. Selama pelatihan, para guru diperkenalkan pada konsep dasar penggunaan akun pembelajaran, pengenalan layanan Google Workspace, dan cara mengintegrasikan perangkat digital dalam proses mengajar di kelas. Tujuan utamanya bukan sekadar mengajari teknis penggunaan — tetapi juga mengubah mindset agar teknologi menjadi bagian dari keseharian mengajar.

“Level 0 sudah kemarin empat batch target sekitar 750 orang tenaga pendidik,” ujar Irma di Kantor Bupati Kutim, Jumat (14/11/2025).

Dalam tahap awal ini, guru mendapatkan bekal dasar tentang Google Workspace for Education — termasuk penggunaan aplikasi seperti Google Form, Google Sheet, Google Drive, serta layanan kolaborasi online yang memudahkan proses belajar‑mengajar. Pelatihan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir: agar guru terbiasa memanfaatkan teknologi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Program Level 0 ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk menyaring guru‑guru berpotensi melanjutkan ke tingkat berikutnya: peserta akan dipilih berdasarkan hasil post‑test dan observasi pelatihan, untuk mengikuti bimbingan teknis lanjutan (level lebih tinggi).

Inisiatif ini merupakan bagian dari persiapan Disdikbud Kutim dalam menetapkan sejumlah sekolah sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Di program tersebut, seluruh guru diwajibkan mengikuti Level 0, dan kemudian minimal 30 persen di antaranya harus lulus ke Level 1 agar sekolah bisa mendapatkan akreditasi digital.

Meski demikian, tantangan masih muncul terutama dari kesiapan sarana: setiap sekolah kandidat juga diharuskan menyediakan perangkat seperti Chromebook dan akses internet memadai agar proses pembelajaran digital bisa berjalan optimal.

Upaya ini — menurut Disdikbud Kutim — dinilai sangat penting, mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat dan perubahan kurikulum yang menuntut metode pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, serta relevan dengan era digital. Pelatihan literasi digital untuk guru seperti ini dianggap sebagai pondasi agar proses belajar‑mengajar bisa lebih adaptif, modern, dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Langkah awal 750 guru ini menjadi sinyal bahwa Kutai Timur serius menyiapkan tenaga pendidik yang melek teknologi — sebagai modal penting agar pendidikan mampu mengikuti dinamika zaman. (ADV/AN/Diskominfo)

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Perumdam Kutim Tambah 500 Sambungan Pelanggan di Karangan melalui Dukungan PT Indexim Coalindo

Perlindungan Pekerja Bawa Kutim ke Panggung Nasional, Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

PUPR Kutim Fokus Jalan dan Jembatan, Pemeliharaan Akan Lebih Diprioritaskan

Berita Terkini

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

Ajeng NadyaAjeng Nadya6 Okt 2026 Daerah

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026

Aklamasi, Seno Aji Nahkodai Gekrafs Kaltim 2026-2031

3 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.