Samarinda – Estafet kepemimpinan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kalimantan Timur berganti tangan. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dipercaya secara aklamasi memimpin organisasi tersebut untuk periode 2026-2031 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II Gekrafs Kaltim yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono, Samarinda, Sabtu (3/10/2026).
Terpilihnya Seno Aji membawa harapan baru terhadap penguatan peran Gekrafs dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Muswil tersebut menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus penyusunan langkah organisasi untuk memperluas kontribusi terhadap pelaku ekonomi kreatif di berbagai kabupaten dan kota.
Usai terpilih, Seno meminta kepengurusan Gekrafs Kaltim lebih aktif hadir dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, keberadaan organisasi harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program-program yang memiliki dampak nyata.
“Karena itu, setiap kegiatan yang melibatkan ekonomi kreatif, Gekrafs Kaltim harus hadir dan terlibat,” kata Seno Aji.
Ia menilai Gekrafs memiliki posisi yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, masyarakat, pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya. Penguatan sinergi tersebut diharapkan membuat potensi ekonomi kreatif di Kaltim semakin berkembang.
Seno juga mendorong kepengurusan yang baru untuk lebih aktif mengenalkan keterkaitan antara ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, perkembangan sektor kreatif diharapkan tidak hanya berpusat pada pertumbuhan usaha, namun turut menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Jadi, kita harapkan keberadaan Gekrafs Kaltim mampu memberikan nilai yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Seno, ruang pengembangan ekonomi kreatif sangat luas karena mencakup banyak bidang. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi pelaku kreatif di Kalimantan Timur untuk mengembangkan produk, jasa dan karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Apalagi, ekonomi kreatif memiliki kurang lebih 21 subsektor sehingga perlu didukung penuh dalam pengembangannya,” katanya.
Dengan beragamnya subsektor tersebut, Gekrafs diharapkan dapat mengambil peran dalam mempertemukan kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif dengan program pembinaan, jaringan usaha, promosi maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Gekrafs Kaltim periode 2022-2026 Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim menjelaskan bahwa organisasi tersebut telah membentuk enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kalimantan Timur selama periode kepengurusannya.
Enam DPC yang telah terbentuk tersebar di Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau dan Bontang. Keberadaan kepengurusan di daerah tersebut menjadi modal untuk memperluas jaringan Gekrafs hingga menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi kreatif.
“Selama ini baru enam. Untuk pelaksanaan program selama 2022 hingga 2026, kepengurusan melaksanakannya tanpa dukungan APBD, melainkan melalui swadaya pengurus dan sejumlah pihak di luar pemerintahan,” jelasnya.
Mirza berharap pembentukan kepengurusan Gekrafs dapat dilanjutkan pada empat kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur. Dengan demikian, jaringan organisasi dapat menjangkau seluruh daerah sekaligus memperbesar ruang kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif.
Perluasan DPC juga diharapkan mampu mempermudah pemetaan potensi ekonomi kreatif yang memiliki karakter berbeda di masing-masing wilayah. Produk kuliner, kriya, fesyen, seni, hingga berbagai usaha berbasis kreativitas dan teknologi dapat dikembangkan sesuai keunggulan daerah.
Muswil II Gekrafs Kaltim tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim HM Faisal, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim Fitriansyah, perwakilan DPP Gekrafs Gusti Satria, serta jajaran pengurus DPW Gekrafs Kalimantan Timur.
Terpilihnya Seno Aji secara aklamasi menjadi awal periode baru kepengurusan Gekrafs Kaltim. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil Muswil menjadi program yang mampu memperkuat jaringan pelaku kreatif, memperluas kepengurusan di daerah, serta menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Timur.
