Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menegaskan bahwa jurnalis bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga pendorong arah pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan saat dirinya menghadiri acara Pembekalan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutai Timur, Senin (5/5/2025).
“Yang membuat maju komunitas adalah keterbukaan informasi. Informasi ini memberikan kita kesempatan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan ke mana arah pembangunan,” ujar Jimmi di hadapan peserta UKW. Ia menekankan pentingnya akses informasi sebagai fondasi demokrasi dan kemajuan daerah.
Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu, media memiliki posisi strategis dalam mengedukasi publik dan mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan dan akuntabel. “Jurnalisme itu mengarahkan opini masyarakat. Maka peran jurnalis sangat penting karena dari informasi yang mereka sajikan, masyarakat bisa menentukan sikap. Mereka berjalan sesuai arah informasi yang diterima,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jimmi menambahkan bahwa di balik pengaruh besar yang dimiliki media, tersimpan tanggung jawab yang tidak ringan. Ia mengingatkan bahwa menjadi jurnalis bukanlah profesi yang bebas dari risiko, baik secara fisik maupun tekanan sosial dan politik.
“Selain peran, tanggung jawab jurnalis juga sangat besar risikonya. Karena mereka berada di garis depan dalam menyampaikan kebenaran,” terangnya.
Dalam acara tersebut, Jimmi juga menyampaikan harapannya agar para jurnalis di Kutai Timur semakin profesional dan bersatu dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai, jurnalis yang berintegritas dan berpijak pada kode etik akan menjadi mitra kritis sekaligus penyeimbang bagi pemerintah dalam merancang pembangunan yang berkeadilan.
Pembekalan UKW PWRI Kutim diharapkan dapat memperkuat kualitas dan kapabilitas wartawan lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah.
