Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

12 Jul 2026

Komisi 4 Dorong Job Fair Samarinda Digelar Lebih Sering

11 Jul 2026

DPRD Samarinda Minta Disnaker Perkuat Program Atasi Pengangguran

11 Jul 2026
1 2 3 … 948 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat, DP3A Ajak Masyarakat Lebih Peduli

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya31 Okt 2024502
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PLT Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A, Tutik Suprihatin,
Tutik Suprihatin, PLT Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A Kutim saat diwawancarai di Gedung Meranti Kantor Bupati Kutim
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyampaikan adanya peningkatan kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di wilayahnya. Berdasarkan data DP3A, hingga September 2024, tercatat sebanyak 70 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, meningkat dari 43 kasus yang tercatat sepanjang tahun 2023.

Kepala DP3A Kutim, Idham Chaliq melalui PLT Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A, Tutik Suprihatin,menjelaskan bahwa data ini mencakup berbagai bentuk kekerasan, seperti pelecehan seksual dan pencabulan, yang diklasifikasikan menjadi beberapa jenis.

“Data tersebut merupakan gabungan dari beberapa kasus kekerasan, seperti pelecehan seksual dan pencabulan. Semua itu kita gabungkan dalam satu data keseluruhan,” ungkapnya di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Rabu (30/10/2024) kemaren.

Menurutnya peningkatan jumlah kasus kekerasan ini mengkhawatirkan dan menunjukkan perlunya tindakan lebih serius untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan angka yang mencapai 70 kasus dalam kurun waktu sembilan bulan, kemungkinan jumlah kasus ini akan bertambah menjelang akhir tahun 2024.

“Kemungkinan kasus akan terus bertambah sampai akhir tahun. Tahun lalu, dari Januari hingga Desember tercatat ada 43 kasus. Sedangkan tahun ini, baru sampai September, sudah mencapai 70 kasus. Ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Peran Self-Compassion dalam Menghadapi Tekanan Hidup

Selain memberikan data mengenai peningkatan kasus, DP3A Kutim juga mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental, terutama bagi perempuan yang kerap mengalami tekanan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. dalam sebuah seminar menyampaikan bahwa penting bagi perempuan untuk memahami dan mempraktikkan konsep self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri.

“Self-compassion adalah langkah awal yang penting untuk menjaga kesehatan mental. Dengan mencintai diri sendiri, perempuan akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik dan tenang,” ujar Tutik. Ia berharap perempuan yang memahami pentingnya self-compassion akan lebih kuat secara mental dalam menghadapi berbagai tekanan hidup, sehingga dapat mengurangi risiko mengalami tekanan psikologis yang berpotensi berujung pada kekerasan.

Kemudahan Pelaporan Meningkatkan Jumlah Kasus Terdeteksi

Idham mengakui bahwa peningkatan jumlah kasus ini juga didorong oleh adanya kemudahan akses pelaporan bagi masyarakat. Dengan layanan pelaporan yang lebih mudah, banyak korban kekerasan yang kini berani melapor ke DP3A atau pihak berwenang, sehingga kasus mereka bisa segera ditangani.

“Selama ini mungkin kasus-kasus seperti ini ada lebih banyak, namun tidak dilaporkan karena korban tidak tahu harus melapor ke mana atau takut melapor. Kini, dengan sosialisasi yang kami lakukan, masyarakat mulai paham dan berani melapor,” jelasnya.

Tutik menambahkan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan merupakan hal positif. Menurutnya, semakin banyak korban yang melapor, maka semakin cepat kasus-kasus kekerasan bisa ditangani, sehingga memberikan kesempatan bagi korban untuk mendapatkan perlindungan dan pemulihan secara tepat.

“Kita berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya melaporkan kasus kekerasan. Semakin cepat kasus ditangani, semakin besar peluang korban untuk mendapatkan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Tutik.

Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan

DP3A Kutim tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mendorong peran aktif masyarakat dalam melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tutik menegaskan bahwa pencegahan kekerasan memerlukan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, lembaga terkait, maupun masyarakat secara umum. Ia berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan cepat bertindak jika mendapati indikasi kekerasan.

“Kami berharap masyarakat lebih tanggap terhadap lingkungan sekitarnya. Jika ada tetangga atau kenalan yang mengalami kekerasan, masyarakat sebaiknya tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana melaporkannya. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tutur Tutik.

Upaya DP3A untuk Meningkatkan Kesadaran Publik

Sebagai bagian dari upaya untuk menekan angka kekerasan, DP3A Kutim secara rutin menggelar sosialisasi dan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dan perlindungan terhadap perempuan serta anak. Selain itu, DP3A juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai pencegahan kekerasan.

Tutik menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mungkin belum memiliki akses informasi yang memadai. Melalui berbagai kegiatan penyuluhan, DP3A berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kasih sayang terhadap diri sendiri, serta pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.

Harapan ke Depan untuk Masyarakat yang Lebih Peka dan Peduli

DP3A Kutim berharap agar peningkatan jumlah kasus ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan adanya dukungan dan perhatian dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk hidup dengan aman dan terlindungi.

“Semoga ke depannya masyarakat Kutai Timur semakin peka dan peduli terhadap isu kekerasan ini. Dengan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak,” kata Tutik.

Peningkatan kasus kekerasan di Kutai Timur mencerminkan kebutuhan akan upaya pencegahan yang lebih intensif. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya self-compassion, DP3A Kutim berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak di daerah tersebut.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DP3A Kutim Cetak Fasilitator Andal Sekolah Ramah Anak

Debit Mata Air Menurun, Perumdam Kutim Targetkan Air Bersih Maloy Mengalir Lagi Juli Ini

Disdik Kutim Pastikan Tak Ada Siswa Kebingungan Saat SPMB

Berita Terkini

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

AlawiAlawi12 Jul 2026 DPRD Kota Samarinda

Komisi 4 Dorong Job Fair Samarinda Digelar Lebih Sering

11 Jul 2026

DPRD Samarinda Minta Disnaker Perkuat Program Atasi Pengangguran

11 Jul 2026

DP3A Kutim Cetak Fasilitator Andal Sekolah Ramah Anak

11 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.