Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Dirtek Perumda TTB Kutim Dorong 30 Pegawai Bersertifikat Percepat Transformasi Layanan Air Bersih

21 Mei 2026

CSR Didorong Selamatkan Bandara Uyang Lahai

21 Mei 2026

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026
1 2 3 … 925 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

FKUB Kediri Gelar FGD, Tak Sepakati Gagasan Geser Polri di Bawah Kemendagri

Daerah DianDian28 Jan 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kediri – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema transformasi kepolisian dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, Selasa (28/1/2025) di Fave Hotel. Diskusi ini melibatkan berbagai tokoh agama, masyarakat, akademisi, media, dan ahli hukum. Salah satu hasil utama FGD ini adalah penolakan terhadap gagasan menggeser Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketua FKUB Kabupaten Kediri, KH David Fuadi, menegaskan bahwa usulan tersebut bukan hanya tidak relevan, tetapi juga dianggap sebagai sebuah kemunduran. Ia menyebut bahwa Polri sebagai institusi yang berada langsung di bawah Presiden telah menunjukkan kinerja yang cukup baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

“Kami berharap kinerja Polri semakin profesional, berkualitas, berkeadilan, dan transparan. Selain itu, kami juga meminta agar revisi KUHAP yang digagas oleh sebagian pihak tidak perlu dilanjutkan. Menurut kami, hal ini justru dapat menimbulkan tumpang tindih dengan lembaga lainnya,” ujar KH David Fuadi.

Kekhawatiran Akan Kemunduran Sistem

Dalam penjelasannya, KH David menyoroti bahwa langkah untuk menempatkan Polri di bawah Kemendagri bertentangan dengan semangat reformasi. Ia mengingatkan bahwa kebijakan menempatkan Polri langsung di bawah Presiden, yang dimulai sejak era Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid, adalah bagian dari transformasi besar untuk meningkatkan profesionalisme Polri.

“Sejak Polri dipisahkan dari TNI dan langsung berada di bawah Presiden, banyak kemajuan yang telah dicapai. Memindahkan Polri ke Kemendagri justru akan menghambat proses reformasi ini,” tegasnya.

Meski demikian, KH David tidak menampik bahwa masih ada perilaku menyimpang oleh sejumlah oknum. Namun, ia menegaskan bahwa solusi atas permasalahan tersebut tidak terletak pada perubahan struktur institusi, melainkan pada pembenahan internal dan peningkatan pengawasan.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi hukum Dr. Sapta Andaruisworo menekankan pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam mendukung transformasi Polri. Ia mengapresiasi pelaksanaan FGD ini sebagai wadah untuk mengumpulkan pandangan dan masukan konstruktif terkait perbaikan sistem penegakan hukum di Indonesia.

“Transformasi Polri harus didasarkan pada masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan praktisi hukum. Dalam konteks ini, gagasan revisi KUHAP dan wacana penempatan Polri di bawah Kemendagri menurut kami belum tepat dan tidak mendukung cita-cita reformasi,” kata Dr. Sapta.

Ia menambahkan, wacana ini justru dapat menimbulkan kekhawatiran terkait independensi Polri dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, fokus perbaikan sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Pangdam VI/Mulawarman Perkuat Sinergi Keamanan dan Pembangunan di Kutai Timur

DPRD Tarakan dan Samarinda Diskusi Pengelolaan Sampah, APBD, serta Skema Dana RT untuk Dorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Panen Jagung 20 Ton Bukti Kolaborasi Nyata Ponpes Segoro Agung-Kejari Mojokerto

Berita Terkini

Dirtek Perumda TTB Kutim Dorong 30 Pegawai Bersertifikat Percepat Transformasi Layanan Air Bersih

Ajeng NadyaAjeng Nadya21 Mei 2026 Pemkab Kutim

CSR Didorong Selamatkan Bandara Uyang Lahai

21 Mei 2026

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.