Kutim – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Kutai Timur tidak berhenti pada penetapan hasil seleksi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan calon peserta didik yang belum diterima di sekolah tujuan tetap memperoleh tempat belajar di sekolah lain yang masih memiliki kuota.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh kepala sekolah SD dan SMP Negeri di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, serta melibatkan koordinator wilayah dan pengawas sekolah. Pertemuan tersebut difokuskan untuk mencocokkan data daya tampung sekolah dengan jumlah pendaftar sebelum hasil SPMB diumumkan kepada masyarakat.
“Kita kumpulkan semua kepala sekolah untuk mendata dan mengecek berapa kuota sekolah, berapa daya tampungnya, dan berapa yang mendaftar. Yang kelebihan kita carikan solusi, yang masih kurang juga kita petakan, sehingga semua sekolah bisa mendapatkan murid,” ujar Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah memang setiap tahun menjadi tujuan favorit sehingga jumlah pendaftarnya melampaui kapasitas. Kondisi itu terjadi, antara lain, di SD Negeri 002, SD Negeri 007, serta SMP Negeri 1 Sangatta Utara dan SMP Negeri 1 Sangatta Selatan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud telah menyiapkan sekolah penyangga yang lokasinya berdekatan dengan sekolah tujuan.
Menurutnya, mekanisme itu tidak hanya bertujuan menjaga pemerataan jumlah peserta didik, tetapi juga memberikan kepastian kepada orang tua agar tidak perlu kembali mencari sekolah secara mandiri apabila anaknya belum lolos di pilihan utama.
“Nanti saat pengumuman secara online akan ada keterangan. Kalau belum diterima di sekolah tujuan, akan langsung direkomendasikan ke sekolah lain yang masih tersedia. Sekolah yang menerima juga sudah mengetahui data siswanya, jadi orang tua tidak bingung lagi,” katanya.
Selain melakukan pemetaan sekolah, Disdikbud juga membuka posko pengaduan selama pelaksanaan SPMB. Posko tersebut melayani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kendala domisili, jalur pendaftaran, hingga persoalan administrasi lainnya. Petugas yang telah dibentuk di setiap jenjang pendidikan akan memberikan pendampingan agar proses pendaftaran berjalan lebih mudah.
Mulyono menuturkan layanan pengaduan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena memberikan ruang konsultasi bagi orang tua yang mengalami kesulitan selama proses SPMB berlangsung.
Pengumuman hasil SPMB dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang. Setelah itu, pemerintah memberikan masa transisi pada Selasa hingga Rabu untuk proses perpindahan calon peserta didik yang memperoleh rekomendasi ke sekolah lain sesuai hasil pemetaan daya tampung.
Melalui langkah tersebut, Disdikbud Kutai Timur berharap pelaksanaan SPMB tahun 2026 berjalan lebih tertata dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Pemerataan peserta didik juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan pendidikan di seluruh sekolah negeri di Kutai Timur.
