Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

6 Okt 2026

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026
1 2 3 … 983 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

    14 Sep 2026

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Delapan Seniman Kutim Terima Anugerah, Bukti Nyata Penghargaan Budaya

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya15 Nov 2025536
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Delapan seniman Kutim terima Anugerah Kebudayaan 2025
Delapan seniman Kutim terima Anugerah Kebudayaan 2025(An/Etara.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Gemerlap panggung Festival Magic Land 2025 di Polder Ilham Maulana tak hanya memanjakan mata, tapi juga menyentuh hati. Pada malam pembukaan, Jumat (14/11/2025), delapan pelaku seni dan budaya lokal menerima Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur—pengakuan resmi atas dedikasi mereka dalam melestarikan identitas kultural daerah.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menegaskan pentingnya regenerasi di dunia seni budaya. Ia mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam melanjutkan warisan seni lokal.

“Saya sangat mengapresiasi para seniman yang sudah memajukan Kutai Timur melalui karya seni dan budaya. Semoga ini memacu semangat generasi muda agar terlibat dan muncul regenerasi baru,” ucap Ardiansyah di hadapan para hadirin.

Adapun penerima penghargaan tahun ini adalah Mohammad Azmin dan Maryam Aria Arifin untuk kategori kreator seni tari, Nisma Mawardah sebagai pelestari bahasa dan sastra, Agung Suroso dan Syarwali Ahmad Assegaf sebagai kreator seni rupa, Zulfikar Muhammad Nugroho sebagai pelestari seni musik, Ises Rahayu pelestari wastra, serta Aflinizar Julianur Fajar yang mewakili generasi muda berbudaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Padliansyah, menyebut seleksi dilakukan secara ketat dari 17 usulan yang masuk. Tahun ini menjadi permulaan bagi sistem penghargaan formal ini, dan ke depan akan disertai sertifikat resmi sebagai bentuk legitimasi.

“Tahun ini baru dimulai. Tahun depan, penerima akan mendapatkan sertifikat resmi. Kita ingin penghargaan ini menjangkau lebih banyak tokoh, termasuk budayawan dan tokoh adat,” jelas Padliansyah.

Salah satu penerima, Agung Suroso, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah. Ia menganggap penghargaan ini sebagai titik balik penting untuk seniman lokal, sembari berharap ada peningkatan dukungan fasilitas seni dan publikasi yang lebih luas.

“Ini apresiasi yang luar biasa karena baru pertama kali terjadi. Harapan saya, publikasi diperluas dan ilmu seni ini bisa terus ditularkan ke generasi muda,” kata Agung.

Anugerah Kebudayaan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi bagian dari strategi penguatan posisi seni budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Festival Magic Land tahun ini pun menjadi ajang penting, tak hanya untuk hiburan tetapi juga membentuk narasi bersama tentang kebanggaan akan identitas lokal.

Dengan penghargaan ini, Kutai Timur membuktikan bahwa seni dan budaya bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berdaya dan berakar pada warisan leluhur. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Perumdam Kutim Tambah 500 Sambungan Pelanggan di Karangan melalui Dukungan PT Indexim Coalindo

Perlindungan Pekerja Bawa Kutim ke Panggung Nasional, Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

PUPR Kutim Fokus Jalan dan Jembatan, Pemeliharaan Akan Lebih Diprioritaskan

Berita Terkini

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

Ajeng NadyaAjeng Nadya6 Okt 2026 Daerah

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026

Aklamasi, Seno Aji Nahkodai Gekrafs Kaltim 2026-2031

3 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.