Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Hamriani Kassa Apresiasi KPC, Posyandu Kamasean Resmi Beroperasi

12 Jun 2026

Dishub Samarinda Targetkan PAD Parkir Rp200 Miliar, Deni Hakim Siap Kawal

12 Jun 2026

DPRD Samarinda Siapkan Solusi Truk Parkir di Kawasan Pergudangan Sungai Kunjang

12 Jun 2026
1 2 3 … 932 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Disdik Kutim Libatkan Lintas Sektor, SITISEK Dibidik Jadi Program Nasional

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya21 Nov 2025529
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutim Mulyono
Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutim Mulyono
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Dalam upaya menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara sistemik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur tidak bekerja sendiri. Program Strategi Anti Anak Tidak Sekolah atau SITISEK kini melibatkan kolaborasi multipihak, dari tingkat desa hingga pusat, serta menggandeng dunia usaha dan lembaga pendidikan tinggi.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua stakeholder. “SITISEK bukan sekadar program pendidikan, tapi gerakan kolektif untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Kutim,” ujar Mulyono di Hotel Royal Victoria Sangatta, Jumat (21/11/2025).

Ruang lingkup kolaborasi tersebut melibatkan:

  • Pemkab Kutim, melalui Disdikbud sebagai penggerak utama, PKK Pokja 2 sebagai pengawas bidang pendidikan, Bappeda untuk perencanaan strategis, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk pencegahan pernikahan dini.
  • Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah, terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, TP PKK, Bunda PAUD, OPD terkait, Kementerian Agama, BPS, dan kecamatan hingga desa.
  • Lembaga pendidikan, baik sekolah maupun PKBM, untuk pelaksanaan pendidikan di wilayah terpencil.
  • Perusahaan tambang dan perkebunan, yang menyokong program melalui CSR berupa transportasi anak, pembangunan sekolah, dan beasiswa.
  • NGO dan akademisi, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta yang terlibat dalam penyusunan rencana aksi.
  • Tokoh adat, agama, dan masyarakat, sebagai agen perubahan budaya dalam kampanye pentingnya pendidikan.
  • Orang tua dan anak, sebagai penerima manfaat yang dilibatkan aktif dalam sosialisasi dan evaluasi.

Pelaksanaan SITISEK dibagi ke dalam beberapa tahapan strategis:

  • Tahap Persiapan (Bulan 1–2): sosialisasi ke masyarakat, verifikasi awal data ATS, dan rapat stakeholder.
  • Tahap Perencanaan (Bulan 2–3): pembentukan forum kolaboratif dan penyusunan Master Plan berbasis data by name by address.
  • Tahap Pelaksanaan Jangka Pendek (Bulan 3–4): validasi data, distribusi bantuan pendidikan, dan pengaktifan kelas jauh.
  • Tahap Jangka Menengah (Tahun 1–3): memperluas CSR, digitalisasi pembelajaran di wilayah terpencil, dan program guru kunjung.
  • Tahap Jangka Panjang (Tahun 4–5 dan seterusnya): replikasi SITISEK ke seluruh kecamatan dan pengusulan sebagai program strategis nasional ke Kemendikbudristek.

“Dengan tahapan yang terukur dan kolaborasi yang solid, SITISEK tidak hanya menyelesaikan masalah ATS, tapi juga membangun fondasi pendidikan yang berkeadilan dan inklusif,” tambah Mulyono.

Disdikbud Kutai Timur berharap program ini dapat menjadi rujukan nasional dalam penanganan anak tidak sekolah, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial ekonomi tinggi. (ADV/AN/Diskominfo)

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Hamriani Kassa Apresiasi KPC, Posyandu Kamasean Resmi Beroperasi

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

Berita Terkini

Hamriani Kassa Apresiasi KPC, Posyandu Kamasean Resmi Beroperasi

Ajeng NadyaAjeng Nadya12 Jun 2026 Pemkab Kutim

Dishub Samarinda Targetkan PAD Parkir Rp200 Miliar, Deni Hakim Siap Kawal

12 Jun 2026

DPRD Samarinda Siapkan Solusi Truk Parkir di Kawasan Pergudangan Sungai Kunjang

12 Jun 2026

Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Pelaku Usaha Taati Aturan

11 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.