Sangatta – Sabtu (2/11/2024), suasana di Polder Ilham Maulana, Sangatta, dipenuhi semangat dan keindahan budaya dalam pembukaan Pentas Seni dan Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara. Acara ini dimulai dengan pertunjukan spektakuler Tarian Magic Land, yang menggambarkan kekayaan budaya Kutai Timur.
Tarian tersebut mencuri perhatian ratusan pengunjung dengan melibatkan 30 penari muda yang mengenakan kostum khas bertema Magic Land, sebutan populer untuk Kutai Timur yang dikenal sebagai “negara ajaib”. Tarian ini menampilkan perpaduan gerakan dinamis, warna-warni kostum, dan musik tradisional yang memukau.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Fadliansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tarian ini menjadi simbol keberagaman dan persatuan masyarakat Kutai Timur.
“Tarian Magic Land adalah upaya kami untuk menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Kutai Timur. Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menghargai warisan budaya daerah, sekaligus menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman,” ujar Fadliansyah.
Keindahan Budaya yang Memukau
Tarian Magic Land tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarat makna. Gerakan yang enerjik dan penuh harmoni mencerminkan kehidupan masyarakat Kutai Timur yang hidup berdampingan meski berasal dari latar belakang yang beragam.
Para penari yang terdiri dari pemuda dan pelajar lokal telah menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan pertunjukan ini. Dengan mengenakan kostum bertema Magic Land yang didesain khusus, mereka berhasil menghadirkan suasana magis dan memikat perhatian penonton.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa di tengah perbedaan, kita tetap satu. Seni dan budaya adalah jembatan yang dapat menyatukan kita semua,” tambah Fadliansyah.
Kostum yang dikenakan para penari terinspirasi dari elemen alam Kutai Timur seperti hutan tropis, sungai, dan flora khas daerah ini. Warna-warna cerah seperti hijau, emas, dan merah mencerminkan kekayaan sumber daya alam dan semangat masyarakat Kutai Timur.
Festival Adat dan Kuliner sebagai Wadah Kreativitas
Selain tarian pembuka yang memukau, festival yang berlangsung hingga 24 November 2024 ini juga menyuguhkan ragam seni budaya dan kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat lokal kepada publik yang lebih luas.
Diselenggarakan oleh Disdikbud Kutai Timur, festival ini menjadi ajang kolaborasi antara masyarakat lokal dan pendatang yang berdomisili di Kutai Timur. Lebih dari 15 paguyuban adat turut serta dalam menampilkan tradisi mereka, sementara 25 pelaku UMKM menghadirkan kuliner khas Nusantara.
“Festival ini adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya dapat menjadi media untuk mempererat hubungan antar masyarakat. Kutai Timur adalah rumah bagi banyak suku, dan melalui acara ini, kita bersama-sama merayakan kebhinekaan,” kata Fadliansyah.
Kegiatan Lain yang Memikat Pengunjung
Pentas Seni dan Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara tidak hanya menampilkan tarian Magic Land, tetapi juga menyuguhkan berbagai atraksi seni budaya lainnya. Dari tari-tarian tradisional seperti Reog Ponorogo dan Giring-Giring khas Dayak hingga pertunjukan musik tradisional seperti tingkilan dan gamelan, festival ini menjadi panggung bagi beragam ekspresi budaya.
Sementara itu, area kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Booth-booth yang dihiasi ornamen khas daerah menghadirkan hidangan lezat seperti Papeda dari Papua, Coto Makassar dari Sulawesi Selatan, dan Nasi Liwet dari Jawa Tengah.
“Ini adalah kesempatan langka untuk mencoba berbagai makanan dari seluruh Nusantara. Sangat menarik melihat bagaimana setiap booth menampilkan makanan khas dengan sentuhan budaya daerahnya,” ujar Lina, salah satu pengunjung.
Melestarikan Warisan Budaya Lokal
Tarian Magic Land dan rangkaian kegiatan festival ini merupakan bagian dari visi pemerintah Kutai Timur untuk melestarikan dan memajukan budaya lokal. Hal ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
Fadliansyah menyebutkan bahwa festival ini tidak hanya dirancang untuk menghibur, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin generasi muda Kutai Timur memiliki kebanggaan terhadap budaya lokal mereka. Dengan memahami seni dan tradisi leluhur, mereka dapat menjadi penerus yang menjaga warisan budaya ini tetap hidup,” katanya.
Antusiasme Pengunjung yang Tinggi
Festival ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Ratusan orang memadati area Polder Ilham Maulana pada hari pembukaan untuk menyaksikan pertunjukan seni dan menikmati berbagai hidangan khas.
“Saya sangat terkesan dengan tarian Magic Land. Pertunjukan ini menunjukkan betapa kayanya budaya kita. Ini adalah pengalaman yang menginspirasi,” ujar Andi, salah satu penonton yang hadir bersama keluarganya.
Festival ini diproyeksikan akan menarik lebih dari 10.000 pengunjung selama 10 hari pelaksanaannya, menjadikannya salah satu acara kebudayaan terbesar di Kutai Timur.
Penutup: Simbol Persatuan di Tengah Keberagaman
Pentas Seni dan Festival Adat Tradisi Kuliner Nusantara di Kutai Timur adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat. Melalui pertunjukan seperti Tarian Magic Land, acara ini tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya lokal tetapi juga menanamkan nilai-nilai persatuan dan kebanggaan nasional.
Dengan kesuksesan pembukaan ini, diharapkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin mempererat hubungan antar kelompok masyarakat di Kutai Timur. “Kita semua memiliki peran dalam menjaga dan merawat warisan budaya kita. Melalui festival ini, mari kita bersama-sama merayakan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara,” tutup Fadliansyah.
