Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

SSK Bengalon Siapkan Pelajar Hadapi Bonus Demografi

6 Agu 2026

Kutim Desak Porsi DBH Lebih Adil bagi Daerah Penghasil

5 Agu 2026

Polres Kutim Musnahkan Sabu Senilai Rp1,7 Miliar

31 Jul 2026
1 2 3 … 958 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

SSK Bengalon Siapkan Pelajar Hadapi Bonus Demografi

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya6 Agu 20261,841
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pelaksana Harian DPPKB Kutim, Yuriansyah T
Pelaksana Harian DPPKB Kutim, Yuriansyah T
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutim – Bonus demografi dapat menjadi “jembatan emas” menuju kemajuan, tetapi juga berpotensi berubah menjadi beban apabila generasi muda tidak dipersiapkan sejak dini. Atas dasar itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Timur bersama Pemerintah Kecamatan Bengalon menggelar sosialisasi sekaligus pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan bagi SD/MI dan SMP/MTs di wilayah tersebut.

Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Kantor Camat Bengalon pada Rabu (5/8/2026) pagi. Sosialisasi mengangkat tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui generasi berkualitas, berkarakter dan berdaya saing” dengan melibatkan perwakilan seluruh sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, dan madrasah tsanawiyah se-Kecamatan Bengalon.

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Tristiningsih, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, serta sejumlah narasumber yang memberikan pemahaman mengenai penerapan pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan bahwa pembentukan generasi berkualitas membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Yulianto dari Kemendukbangga RI Perwakilan Kalimantan Timur menyampaikan materi tentang penerapan pendidikan kependudukan dalam Sekolah Siaga Kependudukan. Sementara itu, Karisya Humaira menjelaskan kebijakan dan strategi kerja sama untuk memperkuat program pendidikan kependudukan.

Peserta juga memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan SSK dari Kuncoro, perwakilan SMAN 1 Sangatta Selatan. Ia membagikan pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di sekolahnya, sehingga dapat menjadi bahan rujukan bagi satuan pendidikan di Bengalon dalam menyusun program sesuai kebutuhan masing-masing.

Pelaksana Harian DPPKB Kutim, Yuriansyah T, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Bengalon karena telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program penting untuk menghadapi kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

“Kondisi ini merupakan peluang besar bagi pembangunan apabila dapat disiapkan dengan baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun, bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan kesiapan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan merencanakan masa depan,” ujar Yuriansyah yang juga menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Menurut Yuriansyah, besarnya penduduk usia produktif tidak secara otomatis memberikan keuntungan bagi daerah maupun negara. Peluang tersebut harus ditopang dengan pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik, penguatan karakter, serta kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan berbagai persoalan kependudukan kepada peserta didik. Materi mengenai kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga dapat dipadukan ke dalam pelajaran maupun kegiatan sekolah tanpa harus membentuk mata pelajaran baru.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memahami hubungan antara pendidikan, kesehatan, lingkungan, keluarga, dan masa depan. Mereka juga didorong untuk memiliki kesadaran dalam merencanakan kehidupan, menjaga kesehatan, menyelesaikan pendidikan, dan menghindari perilaku yang dapat menghambat masa depan.

Yuriansyah menegaskan pelaksanaan program SSK tidak dapat dilakukan DPPKB secara mandiri. Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan agar program berjalan berkesinambungan.

Pelaksana Harian Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kecamatan Bengalon, Marnawati, berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai Sekolah Siaga Kependudukan, program keluarga berencana, dan berbagai persoalan penduduk yang dihadapi masyarakat.

“Guru juga didorong untuk mampu mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam pembelajaran, sekaligus menjadi agen perubahan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas, sehat, dan sadar kependudukan,” ujar Marnawati.

Ia menilai guru memegang peran strategis karena berhubungan langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Penyampaian materi kependudukan dapat dilakukan secara kreatif melalui diskusi, proyek sekolah, kegiatan literasi, maupun contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Pembentukan SSK di Bengalon diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Setiap sekolah peserta didorong untuk menyusun langkah nyata, mengembangkan materi pembelajaran, dan membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya kesadaran kependudukan.

Sekolah-sekolah di Bengalon juga diharapkan mampu menjadi percontohan bagi satuan pendidikan lain di Kutai Timur. Dengan dukungan yang konsisten, SSK dapat berkembang menjadi gerakan pendidikan yang membekali pelajar dengan pengetahuan, karakter, dan keterampilan hidup.

Kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat menjadi kunci agar bonus demografi benar-benar menghasilkan manfaat pembangunan. Dari ruang kelas di Bengalon, langkah menyiapkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 mulai diperkuat.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jumat Bersih SMANSATARA Satukan Sekolah dan Orang Tua

Desa Bangun Jaya Antar Kutim Raih Juara Harganas

Bupati Ardiansyah Ajak Pelaku Usaha Tertib LKPM Demi Investasi Berkualitas

Berita Terkini

Kutim Desak Porsi DBH Lebih Adil bagi Daerah Penghasil

Ajeng NadyaAjeng Nadya5 Agu 2026 Nasional

Polres Kutim Musnahkan Sabu Senilai Rp1,7 Miliar

31 Jul 2026

Jumat Bersih SMANSATARA Satukan Sekolah dan Orang Tua

31 Jul 2026

FORKI Kutim Bidik Prestasi di Tengah Wacana Cabor Dipangkas di Ajang Porprov 2026

30 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.