Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026
1 2 3 … 965 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Sampah Menumpuk, Kampung Beragam Hadir sebagai Solusi

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya21 Nov 2025442
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Seperti lingkaran yang tak kunjung putus, persoalan sampah di Sangatta Utara terus berulang dari tahun ke tahun. Namun, sebuah inisiatif baru yang diberi nama Kampung Beragam kini dihadirkan dengan harapan menjadi “rem tangan” bagi laju penumpukan sampah yang semakin terlihat mencolok di berbagai titik wilayah.

Program tersebut diperkenalkan oleh Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, dalam wawancara di ruang kerjanya pada Jumat (21/11/2025). Ia menjelaskan bahwa Kampung Beragam lahir untuk menjawab masalah lingkungan yang paling mendesak: menumpuknya sampah di median jalan hingga permukiman padat. Melalui pendekatan edukasi, pengelolaan mandiri, dan pemberdayaan warga, program ini didesain untuk menekan produksi sampah sekaligus mengajak masyarakat terlibat langsung.

“Sampah di Sangatta Utara ini terlihat menumpuk di banyak titik. Program ini mencoba menyelesaikannya melalui edukasi, bank sampah, dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos,” ujarnya.

Hasdiah menambahkan bahwa pihak kecamatan telah melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang paling membutuhkan intervensi. Sabuk jalan raya, kawasan pasar, hingga perumahan padat penduduk menjadi fokus utama karena tingkat volume sampah di wilayah tersebut cenderung tinggi. Melalui bank sampah, warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian menukarnya menjadi insentif yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

“Edukasi lingkungan juga akan dijalankan secara berkelanjutan melalui kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan ini dianggap penting karena perubahan pola pikir menjadi kunci dari keberhasilan penanganan sampah jangka panjang. Program pembuatan kompos dari sampah organik pun menjadi salah satu andalan untuk mengurangi beban pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dalam pelaksanaannya, pihak kecamatan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah komunitas lokal yang selama ini aktif dalam gerakan kebersihan. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan teknis, penyediaan sarana, hingga pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga. Beberapa RT bahkan telah menyiapkan lahan kecil untuk dijadikan pusat kompos mini sebagai proyek percontohan.

Kampung Beragam diharapkan bukan hanya menyasar kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan. Jika program ini berjalan sesuai rencana, model serupa berpotensi diterapkan di kecamatan lain di Kutai Timur yang memiliki persoalan serupa.

Dengan hadirnya program ini, pemerintah berharap masyarakat tak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan sebagai sumber nilai baru. Kampung Beragam pun diproyeksikan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan Sangatta Utara yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

Berita Terkini

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

Ajeng NadyaAjeng Nadya22 Agu 2026 Pemprov Kaltim

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

20 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.