Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

19 Mei 2026
1 2 3 … 924 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Program Jemput Bola, Langkah Nyata Atasi Stunting di Kutim

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya4 Jan 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Muarabengkal – Upaya pengentasan stunting terus digalakkan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pada Sabtu (4/1/2025), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi B, mengunjungi Kecamatan Muara Bengkal. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program pemberian makanan tambahan (PMT) gratis yang ditujukan kepada keluarga berisiko stunting.

Dalam kegiatan tersebut, Achmad Junaidi menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pelaksanaan program “Jemput Bola Stop Stunting”. Program ini memanfaatkan data dari aplikasi Siga Elsimil (Sistem Informasi Keluarga Elsimil), yang digunakan untuk memetakan keluarga berisiko stunting secara akurat. Dengan data tersebut, bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari evaluasi atas distribusi PMT yang telah kami laksanakan sepanjang tahun 2024. Program ini mengusung prinsip ‘cap jempol’, artinya kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan data yang ada sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan begitu, bantuan bisa diberikan tepat sasaran,” jelas Achmad Junaidi.

Program ini tidak hanya melibatkan DPPKB, tetapi juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pejabat di tingkat kecamatan. Menurut Achmad Junaidi, keterlibatan pejabat kecamatan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap penanganan stunting di wilayah masing-masing.

“Selain memperhatikan asupan gizi, kami juga fokus pada aspek lain, seperti kondisi tempat tinggal. Keluarga berisiko stunting harus mendapatkan rumah yang layak huni jika diperlukan. Jika tidak tersedia air bersih dari PDAM, kami akan membantu pemasangannya. Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan holistik,” ungkap Achmad Junaidi.

Ia menambahkan, para pejabat kecamatan diharapkan dapat menjadi “bapak asuh” bagi anak-anak yang terdampak stunting serta keluarga yang berisiko. Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran terhadap permasalahan stunting dapat meningkat, sekaligus mendorong langkah konkret untuk mengatasinya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Sekretaris DPPKB BB Partomuan, Plt Kabid Penyuluhan Pergerakan DPPKB La Beti, serta sejumlah staf DPPKB.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Muara Bengkal, Mansyur Adi, mengapresiasi langkah strategis yang diambil DPPKB Kutim melalui program ini. Ia mengungkapkan, program “Jemput Bola Stop Stunting” telah memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan angka stunting di wilayahnya.

“Pada awal program, jumlah keluarga berisiko stunting di Muara Bengkal mencapai 405, dengan lebih dari 200 anak teridentifikasi mengalami stunting. Namun, berkat program ini, angka tersebut berhasil turun drastis menjadi 163 keluarga,” ungkap Mansyur.

Mansyur berharap, program ini dapat terus berlanjut dengan pendekatan edukasi yang konsisten serta distribusi PMT kepada keluarga yang membutuhkan. Dalam kunjungan kali ini, PMT disalurkan kepada ibu hamil dan dua keluarga berisiko stunting yang berada di Desa Muara Bengkal Ulu.

“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah kecamatan, DPPKB, dan masyarakat, kami optimis target bebas stunting di Muara Bengkal dapat tercapai dalam waktu dekat,” tambah Mansyur.

Achmad Junaidi menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar penanganan jangka pendek, tetapi juga upaya investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Ia menyebutkan, penanggulangan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TP-PKK, dan organisasi masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan yang kami lakukan bersifat menyeluruh. Kami berupaya memastikan bahwa setiap anak di Kutim memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Achmad Junaidi.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari program ini. Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya asupan gizi yang baik bagi ibu hamil dan anak-anak, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Edukasi ini kami sampaikan melalui berbagai forum, baik di tingkat kecamatan, desa, maupun melalui media sosial. Harapannya, semakin banyak keluarga yang sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” tambahnya.

Program “Jemput Bola Stop Stunting” di Muara Bengkal menjadi salah satu contoh nyata pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani stunting. Tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, program ini juga memperhatikan aspek-aspek lain yang menjadi faktor risiko, seperti kondisi tempat tinggal dan akses air bersih.

Dengan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan, diharapkan upaya penanggulangan stunting di Kutim dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. “Program ini adalah investasi untuk masa depan. Dengan anak-anak yang sehat, kita sedang menyiapkan generasi penerus yang mampu membawa perubahan bagi Kutim dan Indonesia,” tutup Achmad Junaidi.

Keberhasilan program ini di Muara Bengkal menunjukkan bahwa stunting dapat ditekan dengan komitmen yang kuat, pendekatan berbasis data, serta kerja sama yang erat antara berbagai pihak. Sebuah langkah nyata menuju generasi Indonesia yang bebas stunting dan lebih sejahtera.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

Berita Terkini

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

Ajeng NadyaAjeng Nadya20 Mei 2026 Pemkab Kutim

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

19 Mei 2026

Arif Kurniawan: Jika Proyek Terowongan Samarinda Bermasalah, Jangan Saling Menyalahkan

19 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.