SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda diminta mengantisipasi potensi hujan berintensitas tinggi setelah periode kemarau ekstrem. Kesiapan sistem drainase dan pengendalian banjir perlu dipastikan sejak dini agar hujan yang turun tidak kembali menimbulkan genangan di sejumlah kawasan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda dari Fraksi PKS, Abdul Rohim, mengatakan kondisi cuaca yang masih relatif kering seharusnya menjadi kesempatan untuk membenahi infrastruktur pengendalian banjir.
Ia mengingatkan, apabila persoalan drainase tidak segera ditangani, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan dampak lebih besar. Terlebih, genangan sudah muncul di beberapa titik saat hujan kembali turun sekitar dua pekan lalu.
“Kalau tidak segera diantisipasi mulai sekarang, apalagi setelah kekeringan kemarau ekstrem ini yang diperkirakan bisa diikuti hujan ekstrem, dampaknya akan lebih fatal lagi,” ujarnya, di Samarinda, Sabtu (10/10/2026).
Rohim meminta pemerintah kota mengevaluasi lokasi yang sebelumnya mengalami banjir, kemudian memastikan drainase di kawasan tersebut mampu mengalirkan air menuju saluran pembuangan.
Sejumlah masalah yang perlu diperhatikan meliputi elevasi saluran yang tidak sesuai, pendangkalan akibat sedimentasi, serta sampah yang menghambat aliran air. Pemerintah juga diminta memastikan kolam retensi dan jaringan drainase terhubung hingga ke sungai.
Menurutnya, upaya antisipasi tidak boleh menunggu sampai hujan kembali menyebabkan genangan. Perawatan dan perbaikan perlu dilakukan ketika kondisi lapangan masih memungkinkan petugas bekerja lebih leluasa.
Rohim turut meminta kegiatan pemeliharaan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum dimaksimalkan dalam beberapa bulan menjelang musim hujan.
Berdasarkan prediksi BMKG Samarinda, awal musim hujan di Kota Tepian diperkirakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Artinya, pemerintah masih memiliki waktu untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur dan menyelesaikan perbaikan yang diperlukan.
Ia berharap seluruh sistem pengendalian banjir dapat berfungsi optimal sebelum curah hujan meningkat. Selain mengurangi risiko genangan, langkah tersebut juga diharapkan membantu mencegah gangguan aktivitas masyarakat akibat banjir.
Bagi Rohim, kesiapan menghadapi musim hujan perlu dimulai sejak kemarau, terutama melalui pembenahan saluran dan keterhubungan infrastruktur pengendalian banjir secara menyeluruh. (ADV/DPRD/Samarinda).
