Sangatta – Lokasi Kutai Timur yang berdekatan dengan calon Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur membuka peluang besar bagi warga lokal, terutama generasi mudanya, untuk terlibat dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah ini. Menyadari potensi ini, Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakhri, mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dan berkontribusi.
Posisi Kutai Timur yang strategis dapat menjadi “pintu masuk” ke IKN. Hal ini, menurut Syaiful, menempatkan pemuda Kutim di posisi yang menguntungkan untuk mengambil berbagai peluang yang akan hadir. Dalam pertemuan usai Rapat Badan Kehormatan pada Sabtu (2/11/2024), Syaiful menekankan bahwa pemuda Kutim perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan ketat di masa mendatang.
“Harapan kita, Kutim bisa berperan sebagai pintu masuk IKN. Maka, generasi muda harus siap bersaing, bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian,” ujar Syaiful.
Persiapan Pemuda Menghadapi Persaingan di Berbagai Sektor
IKN diharapkan akan mendorong banyak sektor berkembang di Kalimantan Timur, termasuk di Kutai Timur. Hal ini bisa mencakup sektor pendidikan, industri kreatif, pariwisata, hingga teknologi. Syaiful menilai bahwa pembangunan IKN yang masif akan membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha yang luas, namun juga membawa tantangan berupa persaingan yang semakin ketat.
“Pemuda Kutim harus memiliki kompetensi yang sesuai agar bisa bersaing. Tidak bisa lagi mengandalkan kemampuan yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan keterampilan yang unggul, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” jelas Syaiful.
Menurut Syaiful, untuk menjadi bagian dari pengembangan IKN, pemuda Kutim harus memiliki keterampilan yang relevan dan siap menghadapi persaingan di tingkat nasional. Apalagi, tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri juga akan tertarik untuk bekerja di kawasan IKN. Karena itu, pemuda Kutim harus mulai fokus pada peningkatan kualitas diri, baik melalui pendidikan formal, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan karakter.
“Kita tidak bisa menghindari kebutuhan peningkatan kualitas manusia. Pemuda Kutim harus siap menghadapi persaingan ini dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang cukup,” lanjutnya.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung SDM Lokal
Syaiful juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung generasi muda Kutim untuk siap bersaing. Menurutnya, pemerintah perlu hadir dengan program-program pelatihan yang mendukung pengembangan keterampilan pemuda di berbagai bidang. Misalnya, pelatihan berbasis teknologi, peningkatan bahasa asing, kewirausahaan, serta sertifikasi profesi yang akan memperkuat posisi mereka di dunia kerja.
“Pemerintah daerah harus hadir dengan dukungan nyata bagi pemuda kita. Tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal saja, tetapi juga harus ada pelatihan-pelatihan yang relevan dan bisa langsung diaplikasikan,” tutur Syaiful.
Ia juga berharap adanya kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam menyediakan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan. Dengan dukungan ini, Syaiful optimis bahwa pemuda Kutim bisa memanfaatkan potensi mereka secara maksimal dan menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap mengisi posisi-posisi penting di IKN.
“Pemuda kita harus mendapat dukungan yang memadai agar mereka siap bersaing di tingkat nasional. Ini kesempatan besar bagi Kutim untuk berkontribusi, bukan hanya sebagai daerah pendukung, tetapi juga sebagai penyedia sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.
Mengembangkan Keterampilan dan Wawasan Teknologi
Salah satu hal yang menurut Syaiful penting untuk dipelajari oleh generasi muda Kutim adalah penguasaan teknologi. Mengingat perkembangan pesat teknologi di dunia kerja saat ini, pemuda yang ingin berperan di IKN sebaiknya menguasai keterampilan seperti digital marketing, data analytics, desain grafis, hingga keterampilan coding. Keterampilan ini akan sangat dibutuhkan, terutama ketika IKN berencana menjadi kawasan perkotaan dengan konsep “smart city.”
“Teknologi akan menjadi kunci di IKN. Generasi muda harus memahami ini dan segera mengasah kemampuan mereka di bidang teknologi digital. Di era digital, siapa yang menguasai teknologi, dia yang akan unggul,” terang Syaiful.
Tak hanya itu, kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga dinilai penting agar pemuda Kutim dapat berkomunikasi dengan tenaga kerja dari berbagai negara. Syaiful berharap pemuda Kutim memanfaatkan akses belajar yang ada, baik dari pemerintah maupun sumber-sumber pembelajaran mandiri di internet, untuk meningkatkan wawasan mereka.
Kesempatan Mengembangkan Potensi Usaha dan Kewirausahaan Lokal
Selain berperan sebagai tenaga kerja, Syaiful juga mendorong pemuda Kutim untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang kewirausahaan. IKN akan membuka pasar yang lebih luas, dan Syaiful melihat ini sebagai peluang bagi pemuda lokal untuk mengembangkan usaha-usaha yang berkaitan dengan pariwisata, kuliner, kerajinan tangan, hingga usaha berbasis teknologi.
Ia berharap pemuda Kutim yang memiliki minat di bidang wirausaha bisa mulai memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti pelatihan bisnis atau mencari mentor yang berpengalaman. Menurutnya, kemampuan untuk berinovasi dalam usaha akan membuat pemuda Kutim tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja bagi orang lain.
“Kita harus berpikir kreatif dan inovatif, tidak hanya menunggu peluang, tetapi juga menciptakan peluang. Pemuda Kutim harus siap menjadi wirausahawan yang berdaya saing dan berkontribusi pada ekonomi daerah,” tegas Syaiful.
Harapan Terhadap Pemuda Kutim untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Melalui dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri, Syaiful berharap Kutai Timur tidak hanya berperan sebagai penunjang IKN, tetapi juga menjadi daerah yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional. Ia optimis bahwa dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat, pemuda Kutim bisa tampil sebagai generasi yang produktif, inovatif, dan kompeten dalam memanfaatkan setiap peluang yang hadir di depan mata.
“Generasi muda adalah harapan kita semua. Dengan posisi kita yang dekat dengan IKN, peluang di depan sangat besar. Jangan hanya menjadi penonton. Kita harus siap berkontribusi, membawa perubahan, dan membanggakan Kutim,” pungkas Syaiful penuh harap.
Kini, dengan dukungan pemerintah daerah dan motivasi dari para pemimpin, pemuda Kutai Timur diharapkan semakin terpacu untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan diri. Masa depan IKN di Kalimantan Timur bukan sekadar proyek nasional; bagi pemuda Kutim, ini adalah peluang untuk membuktikan bahwa mereka mampu dan siap bersaing dalam setiap kesempatan yang akan datang.
