Sangatta – Pada Sabtu, 26 Oktober 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, dan H. Mahyunadi, SE, M.Si, yang dikenal dengan singkatan ARMY, menggelar kampanye terbatas di Perumahan GPL, Jl. Rangkong, RT.029, Teluk Lingga, Sangatta Utara. Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA ini dihadiri oleh warga dari beberapa RT di kawasan Swarga Bara dan sekitarnya, yakni RT 28, 29, 31, 32, 33, 46, 48, 51, dan 54.
Hadir dalam acara ini Ketua Tim Pemenangan ARMY, Agusriansyah Ridwan, serta anggota DPRD Kalimantan Timur dari Partai Demokrat, Agus Aras. Mahyunadi membuka acara dengan menyapa seluruh hadirin dan memperkenalkan visi serta misi ARMY, yang bertujuan mewujudkan Kutai Timur sebagai daerah yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
Kutai Timur yang Mandiri dan Tangguh
Mahyunadi menyampaikan pentingnya kesatuan visi antara bupati dan wakil bupati agar tujuan pembangunan dapat dicapai dengan efektif. Menurutnya, ARMY memiliki keunggulan karena kelak akan berkolaborasi dengan DPRD yang sebagian besar juga berasal dari koalisi yang sama. Hal ini diyakini akan mempermudah proses perencanaan dan pengesahan anggaran demi kemajuan Kutai Timur.
“Langkah ARMY tidak akan diragukan, sebab segala perencanaan dan kebijakan dapat diselaraskan dengan lebih baik tanpa hambatan,” ucap Mahyunadi.
Mahyunadi juga menekankan bahwa ARMY siap untuk berkomitmen dalam menghadirkan pemerintahan yang bersih, amanah, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.
Visi Misi: Menciptakan Kutai Timur yang Mandiri dan Berdaya Saing
Mahyunadi kemudian memaparkan visi ARMY, yaitu menciptakan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, ketahanan dan kemandirian adalah kunci utama agar Kutai Timur tidak bergantung pada daerah lain, terutama dalam sektor ekonomi dan pembangunan.
“Insya Allah, kami targetkan agar Kutai Timur dapat meraih piala Adipura dalam lima tahun ke depan, sebagai bukti bahwa daerah ini mampu berdiri sendiri tanpa ketergantungan pada daerah lain,” ujarnya.
Mahyunadi juga menambahkan bahwa visi Kutai Timur yang berdaya saing didorong oleh tantangan besar menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan pengembangan industri. Kehadiran industri seperti IKN (Ibu Kota Nusantara) yang akan melibatkan migrasi besar-besaran dari berbagai wilayah Indonesia, menurutnya, memerlukan daerah penyangga yang kuat seperti Kutai Timur.
Misi: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pasangan ARMY memiliki lima misi utama dalam upaya mewujudkan visi mereka. Misi pertama adalah peningkatan dan pemerataan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berbudaya, sehat, cerdas, dan berprestasi. Dalam pidatonya, Mahyunadi menggarisbawahi pentingnya membangun karakter berakhlak mulia sebagai pondasi bagi generasi masa depan.
“Kami ingin generasi muda kita bukan hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan begitu, kemajuan yang kita capai nantinya akan membawa berkah,” ujar Mahyunadi. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Ardiansyah Sulaiman telah memulai program untuk meningkatkan insentif bagi pengajar-pengajar agama, agar generasi muda Kutai Timur memiliki dasar moral yang kuat.
Integritas Kepemimpinan: Menjaga Amanah Tanpa Konflik Kepentingan
Mahyunadi juga mengungkapkan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh semata-mata mencari keuntungan pribadi dari jabatannya. Ia menekankan bahwa, baik dirinya maupun Ardiansyah Sulaiman, tidak akan menggunakan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi.
“Ketika Pak Ardiansyah menjabat Bupati, beliau tetap hidup sederhana dan tidak mengumpulkan kekayaan dari jabatannya. Kami percaya bahwa amanah sebagai pemimpin adalah kehormatan yang harus dijaga dengan sepenuh hati,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan bahwa ARMY bertekad untuk tidak membiarkan proyek pemerintah menjadi ladang kepentingan pribadi. “Proyek-proyek yang dijalankan akan didedikasikan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Memberdayakan Warga Lokal dan Pemerataan Kesejahteraan
Pada kesempatan tersebut, Mahyunadi juga menyinggung pentingnya mengatasi kesenjangan pendapatan di antara pekerja lokal, khususnya karyawan perusahaan tambang dan perusahaan kelapa sawit. Ia menyatakan akan mendorong agar pekerja yang memiliki tanggung jawab dan jam kerja yang sama mendapatkan upah yang setara.
“Kami ingin memastikan bahwa kesejahteraan warga lokal diperhatikan dengan lebih baik lagi. Tidak boleh ada kesenjangan yang terlalu mencolok di antara pekerja yang memiliki tanggung jawab dan jam kerja yang sama,” jelas Mahyunadi.
Sambutan dari Ardiansyah Sulaiman
Dalam sambutannya, Ardiansyah Sulaiman mengucapkan terima kasih atas dukungan warga yang hadir. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena bisa kembali mencalonkan diri demi melanjutkan pembangunan di Kutai Timur.
“Kami hadir di sini untuk mendengar masukan dan aspirasi dari bapak-ibu sekalian, karena pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang dibangun di atas dasar aspirasi masyarakatnya,” ujar Ardiansyah.
Transformasi Ekonomi: Menyiapkan 50.000 Lapangan Kerja Baru
Di bidang ekonomi, Ardiansyah menekankan pentingnya transformasi menuju industri yang berbasis pada potensi lokal seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, dan kelautan. Untuk itu, ARMY memiliki misi yaitu membuka hingga 50.000 lapangan kerja baru selama masa kepemimpinan mereka.
“Melalui transformasi ekonomi, kami akan membuka peluang kerja yang luas, baik melalui industri maupun usaha kecil dan menengah (UKM). Kami juga berkomitmen untuk menghadirkan industri-industri yang ramah lingkungan dan mampu mendukung perekonomian lokal,” ucapnya. Ardiansyah memberikan contoh industri baru seperti pabrik minyak goreng dan proyek perkebunan nanas di beberapa wilayah yang akan menyerap banyak tenaga kerja dari Kutai Timur.
Di akhir acara, para warga tampak antusias mendengarkan pemaparan visi dan misi pasangan ARMY. Warga mengapresiasi kesederhanaan serta komitmen pasangan calon nomor urut dua ini dalam membawa perubahan positif di Kutai Timur. Acara ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu tokoh agama setempat, dengan harapan agar Pilkada dapat berjalan damai dan membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kutai Timur.
