Kutim – Ambisi Kabupaten Kutai Timur menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur dinilai hanya dapat diwujudkan apabila seluruh cabang olahraga tetap solid. Ketua Forum Masyarakat Pemerhati Olahraga Kutai Timur yang juga Wakil Sekretaris I KONI Kutai Timur, Rahman, mengingatkan agar seluruh elemen olahraga mengutamakan pembinaan atlet dibanding persoalan lain yang berpotensi mengganggu persiapan.
Menurut Rahman, saat ini waktu yang tersisa menuju Porprov VIII semakin singkat. Kondisi tersebut menuntut atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga memaksimalkan program latihan serta memperkuat koordinasi demi meningkatkan peluang meraih prestasi. Ia menilai suasana yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan kontingen Kutai Timur.
“Kami memandang bahwa munculnya gerakan penggalangan dukungan terhadap calon Ketua KONI merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari dinamika organisasi. Setiap individu memiliki hak untuk memberikan dukungan kepada siapa pun yang dianggap mampu memimpin KONI ke depan,” ujar Rahman.
Meski demikian, ia menegaskan dinamika organisasi sebaiknya tidak mengalihkan perhatian cabang olahraga dari target utama yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Menurutnya, fokus terhadap latihan dan pembinaan atlet harus tetap menjadi prioritas hingga seluruh rangkaian Porprov VIII Kalimantan Timur selesai.
Rahman mengatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menetapkan sasaran masuk tiga besar pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Target itu, kata dia, membutuhkan sinergi seluruh pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, serta dukungan semua pihak agar proses persiapan berjalan tanpa gangguan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri untuk tidak membawa cabor ke dalam arus dukung-mendukung calon Ketua KONI pada saat ini. Biarkan para atlet dan pelatih fokus menjalani program latihan serta persiapan menuju Porprov,” tegasnya.
Ia berpandangan bahwa pembahasan mengenai suksesi kepemimpinan KONI tetap memiliki tempat dalam organisasi. Namun, momentum yang lebih tepat adalah setelah pelaksanaan Porprov berakhir sehingga seluruh perhatian insan olahraga tidak terpecah dan target prestasi daerah tetap menjadi prioritas utama.
Rahman berharap semangat kebersamaan terus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kutai Timur. Dengan kekompakan tersebut, ia optimistis peluang meraih hasil terbaik pada Porprov VIII Kalimantan Timur akan semakin terbuka, sekaligus menjadi modal positif bagi pembinaan olahraga daerah di masa mendatang.
