SAMARINDA – Durasi genangan banjir di Samarinda disebut semakin singkat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu. Jika sebelumnya genangan bisa bertahan hingga berhari-hari, kini di sejumlah kondisi air dapat surut dalam hitungan jam.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran perubahan penanganan banjir di Kota Tepian.
Meski begitu, ia mengingatkan upaya pengendalian banjir tetap perlu diperkuat agar dampaknya terhadap masyarakat dapat terus dikurangi.
“Kita sudah melihat Samarinda 10 tahun yang lalu dengan yang saat ini itu sudah jauh berbeda. Dulunya genangan itu bisa sampai tiga hari, bisa sampai seminggu, tapi hari ini hanya dalam hitungan jam saja bisa cepat,” ujar Deni, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, banjir tidak dapat sepenuhnya dihilangkan dari Samarinda. Namun, pemerintah tetap dapat melakukan berbagai langkah untuk mengurangi debit air dan dampak genangan yang terjadi di kawasan permukiman maupun wilayah lainnya.
“Banjir tidak bisa langsung hilang di Kota Samarinda. Tapi minimal kita bisa melakukan penanganan untuk mengurangi debit banjir yang ada di Kota Samarinda,” katanya.
Deni menilai, penanganan banjir membutuhkan upaya berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur yang terencana.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah keterhubungan sistem drainase agar aliran air dapat menuju saluran pembuangan yang tepat.
Ia menegaskan, pembangunan drainase tidak cukup dilakukan secara terpisah di masing-masing kawasan. Pemerintah perlu memastikan setiap saluran memiliki arah pembuangan yang jelas dan terhubung dengan sistem yang lebih luas.
Menurutnya, perencanaan yang menyeluruh dibutuhkan agar berbagai upaya penanganan banjir dapat bekerja lebih optimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat. (ADV/DPRD/Samarinda).
