Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

HIPPI Kaltim Gandeng Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai, Hidupkan Kembali Persaudaraan Saudagar Tanah Kutai

10 Okt 2026

SIGAP Koperasi Terus Dimatangkan, BRIDA Kutim Dorong Inovasi Tembus Tingkat Nasional

8 Okt 2026

Seno Aji Ingin Korban Kebakaran Tenggarong Segera Pulih

8 Okt 2026
1 2 3 … 985 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

    14 Sep 2026

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

DPMD Kutim Gelar FGD Sosialisasi Percepatan Pembangunan Desa

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya26 Nov 2024635
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sosialisasi percepatan pembangunan kawasan pedesaan dan tindak lanjut pembentukan BKAD tahun 2024” di Hotel Royal Victoria, Selasa (26/11/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, dengan harapan dapat memperkuat kerjasama antar desa untuk mendorong pembangunan kawasan pedesaan.

FGD ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kerjasama Desa, Zainal Abidin. Dalam sambutannya, Zainal menekankan pentingnya kolaborasi antara desa-desa untuk memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki.

“Kami berharap melalui diskusi ini, muncul solusi konkret terkait pembentukan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan percepatan pembangunan kawasan pedesaan di Kutim. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Zainal.

Menjawab Tantangan Pembangunan Desa

Abdul Rifa’i, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur, hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi ini. Dalam paparannya, ia menjelaskan kerangka hukum yang menjadi dasar penting untuk kerjasama antar desa, seperti Pasal 91 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 143 PP Nomor 43 Tahun 2014, hingga sejumlah Permendagri seperti Permendagri Nomor 96 Tahun 2017 tentang Kerjasama Desa, Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

“Kerjasama kawasan adalah strategi yang tidak hanya mengoptimalkan sumber daya desa, tetapi juga menjadi miniatur keberhasilan pembangunan nasional. Dengan konsep ini, desa-desa dapat berbagi sumber daya, meningkatkan infrastruktur, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah,” jelas Abdul Rifa’i.

Potensi Kerjasama Kawasan di Kutim

Di Kutai Timur, terdapat 139 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Namun, hingga saat ini baru dua kecamatan yang aktif memulai proses kerjasama kawasan. Abdul Rifa’i mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan pedesaan membutuhkan sinergi antar pemerintah desa, baik melalui pembentukan BKAD maupun model kerjasama lain yang lebih efektif.

“Kerjasama kawasan dapat membantu desa-desa yang memiliki kekurangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Selain itu, desa dapat mengoptimalkan sumber pendapatan asli desa, seperti hasil usaha, hasil kekayaan, dan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Rifa’i juga menyebutkan bahwa dasar hukum seperti UU 32 Tahun 2004 dan PP 72 Tahun 2005 menegaskan sumber-sumber pendapatan desa yang sah, termasuk hasil swadaya, gotong royong, dan pendapatan asli desa lainnya. Ia berharap desa-desa di Kutim dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Langkah Strategis ke Depan

Pembentukan BKAD menjadi salah satu solusi yang dibahas dalam FGD ini. BKAD dirancang untuk mengintegrasikan potensi sumber daya lokal guna mendorong pengembangan sosial-ekonomi wilayah, mengurangi kesenjangan antar desa, dan memperkuat pembangunan infrastruktur yang merata.

“Dengan adanya BKAD, diharapkan pembangunan kawasan pedesaan dapat lebih terarah dan terintegrasi. Pemerintah desa juga memiliki peran besar untuk menentukan kewenangan lokal melalui Peraturan Desa (Perdes), sehingga pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Zainal Abidin.

Antusiasme Peserta

Peserta FGD tampak antusias mengikuti diskusi dan memberikan masukan. Kepala Desa Teluk Pandan, salah satu peserta, menyampaikan bahwa kolaborasi antar desa sangat penting untuk mengatasi minimnya sumber daya di beberapa desa.

“Kami berharap kerjasama kawasan ini benar-benar memberikan manfaat nyata. Selain itu, perlu ada pendampingan dari pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memastikan program ini berjalan optimal,” ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan

Di akhir acara, Zainal Abidin menegaskan bahwa DPMD Kutim akan terus mendorong percepatan pembangunan pedesaan melalui program-program strategis seperti kerjasama kawasan.

“Kami mengapresiasi semua masukan dari peserta. Semoga FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk meningkatkan pembangunan desa di Kutai Timur,” tutup Zainal.

FGD ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antar desa di Kutim, dengan harapan menciptakan kawasan pedesaan yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

Silakan Bekomentar
DPMD Kutim Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

SIGAP Koperasi Terus Dimatangkan, BRIDA Kutim Dorong Inovasi Tembus Tingkat Nasional

Perumdam Kutim Tambah 500 Sambungan Pelanggan di Karangan melalui Dukungan PT Indexim Coalindo

Perlindungan Pekerja Bawa Kutim ke Panggung Nasional, Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

Berita Terkini

HIPPI Kaltim Gandeng Majelis Tinggi Kerabat Kesultanan Kutai, Hidupkan Kembali Persaudaraan Saudagar Tanah Kutai

BaehakiBaehaki10 Okt 2026 Ekonomi

SIGAP Koperasi Terus Dimatangkan, BRIDA Kutim Dorong Inovasi Tembus Tingkat Nasional

8 Okt 2026

Seno Aji Ingin Korban Kebakaran Tenggarong Segera Pulih

8 Okt 2026

Wakil Ketua II DPRD Kutim Soroti Komunikasi Pemkab dan DPRD

8 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.