Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), terus mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi dalam dunia wirausaha. Langkah nyata yang diambil oleh Dispora Kutim kali ini adalah dengan mengadakan workshop bertema “Strategi e-Marketing dan Penguatan Image Product Wirausaha Pemuda.” Kegiatan yang digelar di MCC Room, Hotel Victory, Sangatta, pada Senin (11/11/2024), ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda tentang pentingnya strategi pemasaran digital dan bagaimana memperkuat citra produk dalam menjalankan usaha.
Workshop ini diikuti oleh sekita 80 peserta. mereka berasal dari Usahawan, Mahasiswa dan pemuda di Kutim.
Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, menyampaikan harapannya dalam kegiatan tersebut agar para pemuda mampu memanfaatkan peluang yang ada di era digital ini untuk mengembangkan usaha mereka. Ia menegaskan pentingnya kreativitas dan semangat bagi pemuda dalam merintis bisnis, terutama dengan memanfaatkan strategi e-marketing yang semakin relevan di era teknologi. “Kami sedang giat menggerakkan anak-anak muda untuk berwirausaha, agar ke depannya mereka bisa mandiri dan memberikan manfaat bagi semua. Anak muda yang tangguh tidak takut gagal dan cepat bangkit dengan solusi yang ada, serta mampu mulai memitigasi risiko yang ada,” ujar Basuki.
Menurut Basuki, tantangan di dunia usaha kini semakin besar, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, generasi muda Kutai Timur perlu memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam e-marketing agar dapat bersaing di pasar digital. Ia juga menekankan bahwa Pemkab Kutai Timur berkomitmen untuk mendukung pengembangan keterampilan kewirausahaan pemuda melalui pelatihan-pelatihan seperti workshop ini.
“Dengan pemahaman yang baik tentang e-marketing, para pemuda diharapkan bisa menciptakan strategi pemasaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kami ingin anak-anak muda di Kutai Timur memiliki citra produk yang kuat dan menarik di mata konsumen. Pemasaran digital tidak hanya soal promosi, tetapi juga bagaimana membangun identitas produk yang membedakan mereka dari yang lain,” tambah Basuki.
Workshop ini membahas pentingnya pemasaran digital dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, termasuk teknik-teknik yang dapat membantu produk usaha pemuda lebih dikenal luas. Para peserta diberikan pemahaman tentang berbagai platform digital seperti media sosial, website, dan marketplace, serta bagaimana memaksimalkan penggunaan platform-platform tersebut untuk memperkuat citra produk mereka.
Selain itu, materi mengenai pengelolaan citra produk juga menjadi fokus utama dalam workshop ini. Seperti membangun citra produk yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada cara produk tersebut dikemas dan disampaikan kepada publik. Dengan citra produk yang konsisten dan menarik, produk-produk lokal diharapkan mampu bersaing dan menarik minat pasar yang lebih luas.
Para peserta yang sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa terlihat antusias mengikuti workshop ini. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang dunia wirausaha digital dan bagaimana mengembangkan usaha di era yang serba online. Salah satu peserta, Indah, mahasiswa dari Kutai Timur, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami strategi pemasaran digital yang selama ini hanya diketahuinya secara umum.
“Saya jadi lebih paham tentang pentingnya e-marketing dan bagaimana cara memperkuat image product agar lebih menarik. Ini benar-benar ilmu yang berguna bagi kami yang masih merintis usaha. Saya merasa lebih percaya diri untuk mulai membangun citra produk yang lebih baik dan berharap bisa mencapai pasar yang lebih luas,” ujar Indah.
Basuki Isnawan menutup kegiatan workshop dengan menyampaikan harapannya agar para peserta tidak berhenti pada teori, tetapi segera menerapkan apa yang telah dipelajari. Ia juga berharap Pemkab Kutai Timur dapat terus menyediakan pelatihan serupa untuk mendukung kemajuan para wirausaha muda di daerah tersebut. “Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi titik awal bagi anak-anak muda kita untuk membangun usaha yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Kami di Dispora Kutim akan terus mendorong program-program yang mendukung wirausaha pemuda, sehingga semakin banyak anak muda yang siap menjadi pelaku ekonomi mandiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tutup Basuki.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan para pemuda Kutai Timur bisa lebih berdaya dan siap menghadapi tantangan wirausaha di era digital, serta mampu menciptakan citra produk yang kompetitif di pasar yang semakin kompetitif.
