Sangatta – Langkah kecil dengan irama besar tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim menggelar sosialisasi The Universal Line Dance Indonesia (ULDI) di ruang MCC Hotel Royal Victoria, Sangatta, Selasa (19/11/2024). Kegiatan yang berlangsung dua hari ini menghadirkan instruktur profesional dari ULDI Kalimantan Timur, Frengky dan Syifa, serta diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas.
Sosialisasi ini secara resmi dibuka oleh Debora, Analis Kebijakan Dispora Kutim, yang mewakili Kepala Dinas. Ia menyampaikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini, bahkan menegaskan bahwa komunitas line dance kini telah terbentuk di seluruh 18 kecamatan.
“Saya sangat bangga melihat partisipasi dari masyarakat Kutim. Mereka ini sangat antusias, bahkan grup-grup line dance sudah tersebar di 18 kecamatan,” ujar Debora.
Ia menambahkan bahwa ULDI Kutim berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan memiliki potensi besar untuk mencetak atlet berprestasi. Salah satu target penting adalah persiapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2025 yang akan digelar di Kabupaten Paser.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari pencarian bibit-bibit atlet dan persiapan untuk POPDA 2025 di Paser,” ungkapnya.
Ketua ULDI Kutim, Hj. Nirwana Daeng Ani, turut menegaskan peran ULDI dalam mengangkat nama daerah di tingkat nasional hingga internasional. Ia menyampaikan berbagai capaian, termasuk dua medali perak di Fornas Palembang 2022, satu perak dan satu perunggu di Fornas Bandung 2023, serta prestasi membanggakan di Kejurnas Balikpapan dan UCWDC Bali. Tahun 2024, ULDI Kutim kembali mengharumkan nama daerah dengan satu emas di ajang World Dance Masters Balikpapan.
“Prestasi ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang kami untuk terus membawa nama baik Kutim di kancah nasional maupun internasional,” tegas Hj. Nirwana.
Instruktur ULDI Kaltim, Frengky dan Syifa, memberikan pembekalan teknik dan praktik kepada peserta. Mereka menjelaskan bahwa line dance adalah olahraga rekreasi yang sekaligus mengandung unsur seni dan ritme.
“Line dance dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus melatih koordinasi gerak tubuh,” ujar Frengky, yang mendorong peserta untuk memanfaatkan pelatihan dengan maksimal.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi pengembangan ULDI di Kutim. Selain meningkatkan kualitas peserta, kegiatan ini juga bertujuan menjaring talenta muda yang siap berkompetisi secara profesional.
Debora dan Hj. Nirwana sepakat, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat adalah kunci dalam mencetak atlet yang tak hanya sehat jasmani, tetapi juga mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
