Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Desa Bangun Jaya Antar Kutim Raih Juara Harganas

24 Jul 2026

Komisi IV Bahas Program Kerja Dispusip Samarinda 2027

21 Jul 2026

Novan Soroti Ketimpangan Anggaran Bidang Perpustakaan

21 Jul 2026
1 2 3 … 956 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Desa Swarga Bara Kaji Rencana Wisata Air Terjun di Seberang Sungai Sangatta

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya13 Nov 2025582
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sungai Sangatta (AN/Etara.id)
Sungai Sangatta (AN/Etara.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Alam bukan sekadar latar, tapi peluang. Pemerintah Desa Swarga Bara di Kecamatan Sangatta Utara mulai melirik potensi wisata air terjun di kawasan seberang Sungai Sangatta sebagai destinasi baru yang dapat mendorong ekonomi dan pariwisata desa.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengungkapkan bahwa rencana pengembangan ini masih dalam tahap awal dan perlu kajian mendalam sebelum dapat direalisasikan.

“Kita punya potensi wisata air terjun. Nanti kita akan coba koordinasi, sebab tata letaknya berada di seberang Sungai Sangatta,” ucap Wahyuddin pada Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa lokasi air terjun tersebut belum terjangkau secara optimal dan masih membutuhkan penataan, baik dari sisi akses maupun legalitas lahan. Menurutnya, pemetaan dan verifikasi status tanah sangat penting agar tidak menimbulkan sengketa atau pelanggaran tata ruang di masa depan.

Selain itu, pemerintah desa menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan dampak ekologis. Lokasi air terjun yang berada di daerah perbukitan dan dekat kawasan hutan membuat desa berhati-hati agar pembukaan jalur wisata tidak merusak alam atau mengganggu kawasan lindung.

“Perlu kajian khusus terkait dengan lokasi tersebut, apakah boleh kita masuk untuk membuka potensi wisata itu,” tegasnya.

Wahyuddin menekankan bahwa pengembangan wisata tidak bisa dilakukan secara sepihak. Prosesnya harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kecamatan, dinas pariwisata, dan instansi teknis lain yang berwenang dalam pengelolaan ruang dan lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kecamatan Sangatta Utara memang tengah aktif mendorong desa-desa untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam sebagai alternatif penggerak ekonomi. Desa Swarga Bara dianggap memiliki keunggulan karena letaknya strategis dan akses relatif dekat dengan pusat kecamatan.

Namun demikian, Wahyuddin mengingatkan bahwa membangun destinasi wisata bukan hanya soal membuka jalur dan menyiapkan fasilitas. Ia menyebut perencanaan jangka panjang dan keberlanjutan harus menjadi fondasi utama.

“Wisata ini harus memberi manfaat bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun pelibatan mereka dalam pengelolaan. Ini bukan proyek musiman,” tambahnya.

Rencana penjajakan lapangan akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai langkah awal pemetaan. Setelah itu, hasil kajian akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan izin resmi dan dukungan teknis.

Desa Swarga Bara berharap potensi air terjun ini bisa menjadi penanda lahirnya destinasi alam baru di Kutai Timur, namun tetap dalam bingkai kelestarian dan kehati-hatian.(ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Desa Bangun Jaya Antar Kutim Raih Juara Harganas

Bupati Ardiansyah Ajak Pelaku Usaha Tertib LKPM Demi Investasi Berkualitas

Buka Nobar Piala Dunia 2026, Ardiansyah: Jangan Dekati Narkoba

Berita Terkini

Desa Bangun Jaya Antar Kutim Raih Juara Harganas

Ajeng NadyaAjeng Nadya24 Jul 2026 Pemkab Kutim

Komisi IV Bahas Program Kerja Dispusip Samarinda 2027

21 Jul 2026

Novan Soroti Ketimpangan Anggaran Bidang Perpustakaan

21 Jul 2026

Komisi IV DPRD Tanggapi Penundaan MPLS Sekolah Rakyat di Samarinda

20 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.