Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

MPLS SMAN 1 Loa Kulu Bekali Murid Baru Mitigasi Bencana Kebakaran

15 Jul 2026

Kapolres Kutim Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan Digital

13 Jul 2026

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

12 Jul 2026
1 2 3 … 949 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Dari Data hingga Aksi: Upaya Nyata TPPS Kutim Atasi Stunting di Batu Ampar

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya1 Mar 2025573
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sekretaris TPPS Kutim Achmad Junaidi B saat melakukan kunjungan Kerja Lapangan atau Cap Jempol Stop Stunting di kecamatan Batu Ampar
Sekretaris TPPS Kutim Achmad Junaidi B saat melakukan kunjungan Kerja Lapangan atau Cap Jempol Stop Stunting di kecamatan Batu Ampar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Batu Ampar – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dipimpin oleh Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi B, mengakhiri rangkaian kunjungan kerja lapangan di Kecamatan Batu Ampar, tepatnya di Desa Batu Timbau Ulu, Kamis (27/2/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Cap Jempol Stop Stunting” yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting di wilayah Kutim. Sebelumnya, TPPS Kutim telah melakukan kunjungan serupa di Kecamatan Rantau Pulung.

Kunjungan kerja ini diikuti oleh berbagai perangkat daerah yang tergabung dalam TPPS, termasuk perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Tim Penggerak PKK, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perikanan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta PDAM. Selain itu, turut hadir Tim Pakar dari Golda Institute dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

Batu Timbau Ulu dalam Kondisi Aman

Setelah melakukan rapat koordinasi di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Batu Timbau Ulu, Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi B, menyampaikan bahwa dua lokus yang dikunjungi di desa tersebut berada dalam kondisi aman dari stunting. Meskipun terdapat risiko, hal tersebut masih dapat ditoleransi.

“Berdasarkan data keseluruhan untuk Kecamatan Batu Ampar, keluarga yang berisiko stunting masih tergolong rendah. Awalnya, tercatat ada 5 anak stunting, namun setelah pembaruan data melalui E-PPGRM, jumlahnya meningkat menjadi 15 anak. Sementara itu, keluarga yang berisiko stunting sebanyak 282 Kepala Keluarga (KK),” jelas Achmad Junaidi.

Ia mengungkapkan optimisme terhadap upaya penurunan stunting di wilayah tersebut, terutama melihat antusiasme para kepala desa yang bersinergi dengan program TPPS. Menurutnya, para kepala desa telah memahami program yang dijalankan dan tugas yang harus dilakukan.

“Kami juga mendapatkan dukungan penuh dari Camat Batu Ampar. Bahkan, TNI dan POLRI diminta untuk memberikan pendampingan dalam pengawasan, memastikan bahwa makanan tambahan (PMT) benar-benar sampai ke mulut anak-anak,” tambahnya.

Trobosan Baru untuk Menekan Stunting

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa terobosan untuk menurunkan angka risiko stunting. Salah satunya adalah memverifikasi dan memvalidasi data yang telah ada. Menurutnya, dua lokus di Desa Batu Timbau Ulu yang sebelumnya masuk dalam kategori berisiko stunting, kini telah keluar dari data Keluarga Risiko Stunting (KRS). Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan data.

“Untuk anak-anak yang dinyatakan stunting, ada 5 anak yang perlu dilakukan intervensi. Berdasarkan indikator berat badan, anak-anak tersebut termasuk dalam kategori pendek, bukan sangat pendek,” jelas Suriansyah.

Dengan intervensi yang dilakukan selama beberapa bulan, ia meyakini pertumbuhan anak-anak stunting tersebut dapat membaik. Suriansyah juga berharap agar perangkat daerah terkait dapat bersinergi dalam menjalankan program konvergensi penurunan stunting.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan langkah-langkah yang harus diambil. Mulai dari infrastruktur hingga indikator lainnya yang berkaitan dengan keluarga risiko stunting,” urainya.

Suriansyah optimis bahwa angka keluarga berisiko stunting dan anak stunting di Kecamatan Batu Ampar dapat dituntaskan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan desa sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting, sembari menunggu anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami tidak ingin membebani masyarakat. Saya yakin para kepala desa juga memiliki banyak kebutuhan. Namun, jika tidak ada anggaran dari negara, saya meminta masing-masing kepala desa untuk menjadi orang tua asuh. Saya sendiri siap menjadi orang tua asuh bagi anak stunting,” tegasnya.

Dukungan dari Kepala Desa

Kepala Desa Batu Timbau Ulu, Aripin, mengapresiasi kunjungan kerja lapangan TPPS Kutim yang difokuskan di desanya. Ia menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan TPPS Kutim dan semua pihak terkait dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya.

“Semoga angka stunting yang terdampak di Kecamatan Batu Ampar segera turun,” ujar Aripin singkat.

Kunjungan kerja lapangan TPPS Kutim ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mengatasi masalah stunting di Kutim. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan, menuju Kutim yang lebih sehat dan sejahtera.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DP3A Kutim Cetak Fasilitator Andal Sekolah Ramah Anak

Debit Mata Air Menurun, Perumdam Kutim Targetkan Air Bersih Maloy Mengalir Lagi Juli Ini

Disdik Kutim Pastikan Tak Ada Siswa Kebingungan Saat SPMB

Berita Terkini

MPLS SMAN 1 Loa Kulu Bekali Murid Baru Mitigasi Bencana Kebakaran

Intan WardahIntan Wardah15 Jul 2026 Pendidikan

Kapolres Kutim Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan Digital

13 Jul 2026

Disnaker Samarinda Diminta Evaluasi Program Tekan Pengangguran

12 Jul 2026

Komisi 4 Dorong Job Fair Samarinda Digelar Lebih Sering

11 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.