Kutim – Festival Magic Land 2025 resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, di kawasan Polder Ilham Maulana, Jumat (14/11/2025) malam. Layaknya panggung yang membuka tabir masa lalu dan masa kini, festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Timur yang tahun ini dirayakan dengan nuansa budaya yang lebih kental.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Magic Land bukan hanya sekadar hiburan, melainkan momentum penting untuk menghargai sejarah dan kebudayaan daerah. Ia menyebut bahwa Kutai Timur memiliki kekayaan budaya yang terjalin dengan sejarah panjang, mulai dari kerajaan kuno hingga temuan fosil yang diperkirakan berusia lebih dari 10.000 tahun sebelum masehi.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya,” ucapnya mengawali pidato. Pernyataan itu menjadi kunci pesan bahwa penguatan identitas daerah harus terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Bupati Ardiansyah juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggali kembali berbagai catatan sejarah Kutai Timur melalui riset serius. Ia menegaskan perlunya keterlibatan ahli antropologi, ahli sejarah, dan ahli budaya agar rekam jejak peradaban di wilayah tersebut tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi memiliki validitas akademik yang kuat.
Menurutnya, sejarah bahasa Melayu yang menjadi akar bahasa Indonesia turut memberikan konteks bahwa wilayah Kalimantan memiliki hubungan erat dengan lahirnya budaya Nusantara. Kutai Timur yang dikenal dengan keberagaman etnisnya dianggap sebagai ruang penting untuk memetakan kembali jejak budaya tersebut.
“Ini harus benar-benar digali dengan ilmiah, bukan dengan ilmu kira-kira,” katanya menekankan pentingnya dokumentasi budaya dalam bentuk buku dan penelitian yang nantinya dapat menjadi barometer kebudayaan Nusantara.
Ardiansyah juga menjelaskan bahwa malam pembukaan festival bertepatan dengan dua agenda daerah lainnya, termasuk kegiatan KNPI yang diikuti hampir 2.000 peserta. Namun Festival Magic Land tetap menjadi pusat perhatian karena menghadirkan beragam lomba bernuansa budaya pesisir hingga pedalaman yang mencerminkan keberagaman sosial masyarakat Kutai Timur.
Dalam acara tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengikuti rangkaian festival yang akan berlangsung hingga [16 November 2025]. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang perjumpaan budaya serta wadah apresiasi bagi para pelaku seni lokal.
“Saya berharap pemuda di Kutim menjadi motor kebudayaan,” tutup Bupati.
Festival Magic Land 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya Kutai Timur sekaligus memperkaya perayaan HUT ke-26 kabupaten yang dikenal sebagai salah satu daerah paling heterogen di Kalimantan Timur. (ADV/AN/Diskominfo)
