SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menambah alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Rp10 miliar menjadi Rp13 miliar.
Penambahan sebesar Rp3 miliar tersebut menjadi dukungan anggaran untuk menghadapi kebutuhan penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah wilayah.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah menyampaikan, penambahan anggaran itu dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan bencana.
“Iya untuk anggaran bencana sudah ada kenaikan kemarin, dari Rp10 miliar jadi Rp13 miliar,” ujarnya, di Samarinda, Jumat (9/10/2026).
Hingga awal Oktober 2026, luas lahan yang terdampak karhutla di Samarinda tercatat mencapai 608,18 hektare.
Ketersediaan dukungan anggaran menjadi salah satu aspek yang diperlukan agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Alokasi BTT dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak akibat bencana sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam kondisi karhutla dan cuaca kering, kebutuhan penanganan dapat mencakup dukungan operasional pemadaman serta bantuan bagi warga yang terdampak kekeringan.
Selain menghadapi karhutla, kesiapan penanganan bencana juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir ketika musim hujan tiba. Dengan demikian, penggunaan anggaran perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Helmi turut mengingatkan bahwa dukungan anggaran harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan.
Ia meminta masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan secara sembarangan.
Penambahan BTT diharapkan membantu pemerintah kota merespons kebutuhan darurat secara lebih memadai.
Namun, upaya mengurangi risiko bencana tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam mencegah munculnya kebakaran baru. (ADV/DPRD/Samarinda).
