Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kutim Gelar Sunatan Massal Gratis

17 Jun 2026

Legislator Nasdem Samarinda Minta Pemkot Hidupkan Wisata Lama untuk Genjot PAD

16 Jun 2026

Jabat Ketua PORDI Samarinda Utara, Maswedi Ubah Citra Domino Jadi Olahraga Strategi

15 Jun 2026
1 2 3 … 936 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Jokowi Batalkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Mengapa?

Pemerintah telah mengajukan wacana untuk menyambung rute KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) hingga mencapai Surabaya dengan jalur yang direncanakan melewati Kertajati dan berlanjut ke Purwokerto-Yogyakarta-Solo-Madiun
Nasional Intan WardahIntan Wardah30 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kereta Cepat
Ilustrasi. Jokowi Batalkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Mengapa? (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan akan menghapus kereta semi cepat rute Jakarta-Surabaya dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Beberapa faktor yang menyebabkan keputusan ini antara lain karena belum ada alokasi anggaran untuk proyek tersebut. (30/07/2023).

Selain itu, dengan masa kepemimpinan Presiden Jokowi yang akan berakhir pada tahun 2024, hal ini juga menjadi pertimbangan dalam penghapusan proyek tersebut.

Perjalanan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan telah mengalami beberapa perubahan terakhir melalui Perpres No. 58/2018.

Alasan Penghapusan Proyek Kereta Semi Cepat

Proyek tersebut sebelumnya bertujuan untuk melakukan upgrade pada rel di lintasan utara Jawa, sehingga laju nya dapat meningkat menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Dengan perbaikan tersebut, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Surabaya direncanakan hanya memakan waktu 5,5 jam dengan kecepatan 160 km per jam, dibandingkan dengan waktu tempuh saat ini yang mencapai sekitar 12 jam dengan kecepatan rata-rata maksimal 120 km per jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas apa alasan PSN kereta semi cepat Jakarta-Bandung dicoret Jokowi?

“Salah satunya karena sudah ada KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) yang akan dilanjutkan sampai Surabaya. Yang diusulkan untuk dikeluarkan dari PSN adalah Kereta Jakarta-Surabaya semi cepat, bukan Kereta Cepat yang saat ini relasi Jakarta-Bandung sudah akan dioperasikan,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati.

Perbedaan Rencana Kereta Cepat

Pemerintah telah mengajukan wacana untuk menyambung rute KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) hingga mencapai Surabaya dengan jalur yang direncanakan melewati Kertajati dan berlanjut ke Purwokerto-Yogyakarta-Solo-Madiun. Rencana ini berbeda dari proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya melalui jalur utara yang mencakup rute Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.

“Dikeluarkan dari PSN bukan berarti dihentikan, tapi tidak lagi masuk dalam kriteria proyek strategis yang punya ketentuan-ketentuan khusus,” jelasnya.

“Sampai saat ini masih kereta cepat,” ungkap Adita.

Proses Persiapan Proyek

Sejauh ini, Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyatakan bahwa belum ada keputusan pasti mengenai jenis proyek tersebut, apakah akan menjadi kereta semi cepat, kereta cepat, atau menggunakan konsep lainnya.

“Waktunya pasti panjang itu. Putusannya juga apakah itu mau kereta cepat, atau kereta semi cepat, atau seperti apa,” tuturnya

Pada tahun 2017, proyek ini dimulai melalui kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Jepang. Selanjutnya, pada tahun 2019, pemerintah Indonesia dan Jepang setuju untuk melanjutkan Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api (KA) Jakarta-Surabaya dan menandatangani Summary Record On The Java North Line Upgrading Project pada tanggal 24 September 2019.

Sejak itu sampai dengan Oktober 2020, pihak Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) melaksanakan Preparatory Survey on Java North Line Upgrading Project.

Penandatanganan dan Studi Awal Proyek

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Minister of Economic Affairs Embassy of Japan Tadayuki Miyashita dan Dirjen Perkeretaapian Zulfikri. Turut menyaksikan penandatanganan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadjimulyono, Duta Besar Jepang Masafumi Ishi dan Direktur Jembatan Bina Marga Iwan Jarkasih.

“Pada akhir Mei 2020, Tim Konsultan JICA akan memberikan hasil awal studi yang diharapkan dapat memberikan gambaran objektif bagi Pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan, baik secara teknis, skema pembiayaan proyek maupun kebijakan operasional,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya.

Tahap Kajian Proyek

Budi Karya menyatakan bahwa rencana awal untuk pelaksanaan pengadaan tanah dijadwalkan pada tahun 2021, dan diikuti dengan pelaksanaan konstruksi proyek yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2022. Sayangnya, hingga pertengahan tahun 2022, proyek ini tidak mengalami perkembangan.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub saat itu, Zulkifri, mengonfirmasi bahwa proyek masih dalam tahap kajian (feasibility study) yang sedang dilakukan oleh pihak Jepang.

“Kalau (proyek) Kereta Semi Cepat di Jepang masih feasibility study, belum sampai konstruksi. Yang jelas, sampai 2024 itu masih penyiapan dokumen perencanaan dulu,” terang Zulfikri.

Silakan Bekomentar
Kereta Cepat Presiden Joko Widodo PSN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Wapres Gibran Bakal Diundang Hadiri MUNAS III PJS, Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus DPD-DPC se-Indonesia

Judul:Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

Rakernas PJS Tetapkan Tiga Pedoman Strategis Organisasi

Berita Terkini

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kutim Gelar Sunatan Massal Gratis

Ajeng NadyaAjeng Nadya17 Jun 2026 Hukum

Legislator Nasdem Samarinda Minta Pemkot Hidupkan Wisata Lama untuk Genjot PAD

16 Jun 2026

Jabat Ketua PORDI Samarinda Utara, Maswedi Ubah Citra Domino Jadi Olahraga Strategi

15 Jun 2026

Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Masyarakat Wujudkan Samarinda yang Maju dan Adil

15 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.