Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

5 Jun 2026

Jimmi Apresiasi Respons Cepat Polisi Ungkap Kasus Royyan

4 Jun 2026

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

3 Jun 2026
1 2 3 … 930 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Verifikasi Data Stunting, TPPS Kutim Temukan Fakta Baru di Sangkulirang

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya12 Feb 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur, Achmad Junaidi, usai melakukan kunjungan kerja lapangan di Desa Maloy, Sangkulirang, Selasa (11/2/2025)
Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur, Achmad Junaidi, usai melakukan kunjungan kerja lapangan di Desa Maloy, Sangkulirang, Selasa (11/2/2025)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

SANGKULIRANG – Dua Lokasi Fokus (lokus) yang di kunjungi di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang ternyata memang termasuk keluarga berisiko stunting. Berisiko artinya itu mengarah kepada anak stunting. Akan tetapi hasil penimbangan dan pengukuran anak dari dua lokus tersebut masih normal.

Hal ini dikatakan Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim Achmad Junaidi saat diwawancarai awak media usai melakukan kunjungan kerja lapangan atau jemput bola stop stunting TPPS Kutim di Desa Maloy, kecamatan Sangkulirang, Selasa (11/2/2025) siang .

” Kenapa saya katakan berisiko stunting? ada data yang memang harus dimutakhirkan ulang. Jika sudah pemutakhiran ulang boleh jadi keluarga ini sudah bisa keluar dari data keluarga berisiko stunting,” jelas Junaidi yang juga menjabat Kepala DPPKB Kutim.

Contoh, sambung Junaidi, di data keluarga berisiko stunting masih menggunakan sumur bor. Setelah di jemput bola ternyata posisinya sudah menggunakan air PDAM. Kemudian dilihat dari sisi kepesertaan Keluarga Berencana (KB) mereka sudah menggunakan KB implan. Serta dilihat dari data by name by address (BNBA)-nya tertera bahwa WC-nya belum layak. Sedangkan WC yang layak itu sudah menggunakan leher angsa. Salah satu lokus itu pun menyatakan mereka sudah menggunakan kloset berarti sudah standar.

“Jadi data ini menurut saya memang harus dimutakhirkan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di lapangan dibantu oleh Kepala Desa dan Pak Camat. Hari ini mungkin kita bisa katakan keluarga berisiko stunting ini bisa keluar satu dari seribu lebih di kecamatan Sangkulirang. Bayangkan kalau ini kita lakukan secara bertahap tidak perlu ada program, cukup kita lihat data datang ke lokus langsung keluarkan di aplikasi,”urainya.

Kendati demikian, Achmad Junaidi memberikan catatan untuk kecamatan Sangkulirang. Terkait persoalan tingkat kesejahteraan yang menyandang peringkat satu. Kesejahteraan peringkat satu itu termasuk dalam kategori miskin ekstrim. Berarti harus ditelaah sejenak melihat berapa penghasilan keluarga perbulan untuk memenuhi kesejahteraan keluarga.

“Jika permasalahannya di pekerjaan. Saya ingin berpesan ke Pak Camat dan Pak Kades berikan rekomendasi ke Disnaker tetapi tetap melalui kami atas nama Keluarga Berisiko Stunting, supaya Disnaker nanti memfasilitasi keluarga ini untuk mendapatkan pekerjaan minimal dari perusahaan sekitar kecamatan,”kata Junaidi didampingi Sekretaris DPPKB BB Partomuan dan para Kabid DPPKB, Perwakilan BAZNAS, Kades Maloy Rusli dan para Kades se Sangkulirang, unsur Muspika, Perangkat Daerah terkait yang tergabung dalam TPPS.

Ia pun memberikan solusi Kepala keluarga yang benar-benar ingin bekerja. Misalnya tidak punya pendidikan, bisa dikomunikasikan dengan pihaknya untuk difasilitasi dan mendapatkan pendidikan paket A, paket B dan paket C kesetaraan. Karena itu gratis tanpa dipungut biaya oleh pemerintah daerah. Sebab merupakan program unggulan Bupati yang sudah digaungkan sejak tahun-tahun sebelumnya.

Sekadar diketahui, dua lokus yang dikunjungi pertama keluarga berisiko stunting yang memiliki Baduta keluarga bapak Johan dan ibu Herlina. Sedangkan lokus ke dua bapak Sabaruddin dan Manda. Mereka beralamat di Desa Maloy RT 1 dan RT 2.

Senada, Plt Camat Sangkulirang Cipto Buntoro mengapresiasi Kepala Dinas DPPKB dan TPPS Kutim yang sudah berkunjung ke kecamatan tertua di Kutim untuk meninjau lokus dan langsung terjun ke lapangan di Desa Maloy. Tentunya ini merupakan suatu motivasi bagi ia supaya nanti ada semacam pengarahan atau nanti anggaran di desa bisa difokuskan untuk penanganan stunting di desa masing-masing.

” Karena di 2025 sudah kami sampaikan melalui rapat koordinasi dengan desa-desa beberapa waktu yang lalu, supaya desa dengan kewenangannya untuk intervensi stunting termasuk layanan dasar tingkat desa. Mulai pendidikan usia dini, penanganan stunting, sanitasi desa, termasuk juga nanti infrastruktur desa yang menunjang dengan penanganan penurunan stunting di desa masing-masing,”ujarnya.

Bahkan desa-desa juga sudah menganggarkan alokasi tahun ini untuk Bimtek Kader Pembangunan Manusia (KPM) maupun kader-kader posyandu, termasuk pengadaan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penurunan stunting. Juga pihak desa yang memberikan langsung PMT dalam bentuk makanan diantarkan oleh kader-kader yang ada di desa.

“Mudah-mudahan nanti melalui pertemuan ini ada semacam penyamaan persepsi keseluruh desa yang ada disini jadi desa memfokuskan tahun 2025 ini bersinergi dengan DPPKB Kutai Timur untuk penanganan stunting di tingkat Kecamatan Sangkulirang,” tutupnya.

Usai kunjungan lapangan kegiatan dilanjutkan di GSG Desa Maloy dengan pemaparan data keluarga berisiko stunting di kecamatan Sangkulirang. Selanjutnya menyerahkan bantuan paket gizi PMT Stunting kepada keluarga yang membutuhkan dari BAZNAS Kutim. Selain itu, terdapat pula penyerahan penunjang kinerja untuk PLKB Kutim.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

Ardiansyah Minta Petani dan Peternak Kutim Bergerak Nyata

Berita Terkini

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

Ajeng NadyaAjeng Nadya5 Jun 2026 Pemkab Kutim

Jimmi Apresiasi Respons Cepat Polisi Ungkap Kasus Royyan

4 Jun 2026

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

3 Jun 2026

DPR Nilai SE Guru Non-ASN Jadi Solusi Masa Transisi

2 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.