Sangatta – Pemerintah Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menerima kunjungan Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Sesko TNI Dikreg LVI Tahun Anggaran 2026 tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari tim TNI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan, penanganan awal, hingga langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kutai Timur, pembacaan doa, serta sambutan Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa dan Ketua Tim Mabes TNI Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn.
Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa mengatakan pemerintah desa harus memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayahnya. Menurutnya, pemerintah desa tidak semestinya hanya menunggu penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila terjadi kebakaran.
“Dari pemerintah desa itu harus siap bencana. Kita tidak mesti menunggu BPBD. Kita sendiri harus bisa memfasilitasi, misalnya pompa air, setidaknya ini bisa mengatasi kebakaran yang ada di wilayah kita,” ujar Hamriani.
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan desa juga perlu didukung dengan perlengkapan keselamatan bagi petugas maupun masyarakat yang melakukan penanganan awal. Perlengkapan tersebut antara lain sarung tangan, helm, alat pelindung diri, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang dapat digunakan ketika menghadapi kebakaran.
Menurut Hamriani, tingkat kesadaran masyarakat Singa Gembara dalam menjaga lingkungan sejauh ini cukup baik sehingga kejadian kebakaran hutan maupun lahan dapat ditekan.
“Alhamdulillah, kalau Desa Singa Gembara, kesadaran masyarakat cukup tinggi sehingga kebakaran tidak terlalu banyak,” katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan sempat terjadi kebakaran lahan sekitar dua pekan terakhir di kawasan RT 22, belakang Semada. Pemerintah desa menilai kejadian tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena munculnya titik kebakaran pada lokasi yang pernah mengalami kejadian serupa.
Dalam kegiatan sosialisasi, lanjut Hamriani, tim TNI turut mempertanyakan penyebab kebakaran yang dapat terjadi berulang pada lokasi yang sama. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa untuk menentukan langkah pencegahan selanjutnya.

“Kalau terjadi berulang-ulang di tempat yang sama, berarti harus ada langkah-langkah yang kita tempuh. Nanti akan kami koordinasikan juga dengan BPBD,” jelasnya.
Hamriani menambahkan, materi yang diberikan dalam sosialisasi tidak sebatas penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan munculnya api serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis kebakaran di lingkungan masyarakat.
Ia menyebut terdapat tiga narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Selain penyampaian materi, tim TNI juga mengingatkan seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurut Hamriani, Singa Gembara menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan Karhutla yang dilakukan tim tersebut di Kalimantan Timur.
“Mereka ada sekitar 10 titik nantinya di Kalimantan Timur. Kebetulan kita mendapatkan jadwal hari Rabu pukul 09.00,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kegiatan penyuluhan Karhutla tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa.
Hamriani pun mengimbau masyarakat Singa Gembara untuk berhati-hati ketika beraktivitas di lahan, khususnya pada saat kondisi cuaca panas dan kering.
“Pesan kami kepada masyarakat Singa Gembara, mari sama-sama menjaga lingkungan sehingga tidak terjadi kebakaran. Termasuk puntung rokok yang berpotensi mengakibatkan kebakaran harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Menurutnya, aktivitas membersihkan lahan juga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Sebab, sumber api kecil yang dianggap sepele dapat berkembang menjadi kebakaran apabila berada di tengah kondisi lahan kering.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Karhutla oleh Tim Mabes TNI, penyerahan bantuan sembako secara simbolis, foto bersama, penutupan, serta ramah tamah.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Singa Gembara berharap pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Karhutla semakin meningkat dan dapat diikuti dengan kesiapan sarana serta langkah penanganan awal apabila sewaktu-waktu muncul titik api.(ADV).
