Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Seno Aji Tekankan Festival 1000 Tumpeng Jadi Momentum Memperkuat Persatuan Warga Loa Kulu

25 Agu 2026

Kades Hamriansi Kassa Bawa Singa Gembara Wakili Kutim dalam Penilaian Stunting Kaltim

24 Agu 2026

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026
1 2 3 … 967 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Seno Aji Tekankan Festival 1000 Tumpeng Jadi Momentum Memperkuat Persatuan Warga Loa Kulu

Festival perdana di Loa Kulu memadukan tradisi tumpeng, reog, dan jaranan untuk merawat persaudaraan masyarakat.
Pemprov Kaltim Ajeng NadyaAjeng Nadya25 Agu 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. Seno Aji
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kukar – Ribuan tumpeng seolah menjadi “simpul kebersamaan” ketika masyarakat Loa Kulu berkumpul merayakan kekayaan tradisi di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (25/8/2026). Festival Budaya 1000 Tumpeng yang dirangkai dengan pertunjukan 18 paguyuban reog dan jaranan menghadirkan semangat pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dari beragam latar belakang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. Sejumlah unsur pemerintahan, lembaga adat, legislatif, dan aparat keamanan turut menghadiri pembukaan, di antaranya perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara H. Muhammad Arifin, Wakil Ketua DPRD Kukar Junadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar H. Heriansyah, Camat Loa Kulu H. Ardinansyah, Plt Dispora Kukar Agus, Wakalpolres Kukar, serta jajaran Polsek Loa Kulu.

Seno Aji memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival yang menyatukan tradisi kuliner dan pertunjukan kesenian tersebut. Menurutnya, kegiatan berbasis budaya memiliki peranan penting dalam memastikan warisan leluhur tetap dikenali, dipahami, dan diteruskan kepada generasi mendatang.

“Ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan budaya leluhur yang harus terus dijaga, sehingga dari generasi ke generasi budaya ini tetap terpelihara,” ujarnya.

Ia memandang keberadaan tumpeng dalam festival memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sajian tradisional. Tumpeng menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus gambaran persatuan warga yang hidup berdampingan di tengah perbedaan suku, budaya, maupun agama.

Melalui momentum kebudayaan tersebut, masyarakat juga memperoleh ruang untuk mempererat silaturahmi. Pertemuan antarkelompok masyarakat dalam suasana perayaan diharapkan memperkuat semangat hidup rukun, membangun rasa saling menghargai, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kedamaian di lingkungan sosial.

Wakil Ketua DPRD Kukar Junadi menilai festival tersebut layak mendapatkan dukungan karena mampu melibatkan banyak kelompok kesenian tradisional di Kecamatan Loa Kulu. Sebanyak 18 paguyuban reog dan jaranan tampil dalam kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tersebut.

“Kami tentu mengapresiasi Festival 1000 Tumpeng dan penampilan 18 paguyuban kesenian jaranan dan reog se-Kecamatan Loa Kulu. Ini baru pertama kali dilaksanakan dan ke depan akan kami usulkan menjadi agenda tahunan pemerintah,” kata Junadi.

Junadi menilai keberlanjutan kegiatan budaya menjadi penting karena tradisi merupakan bagian dari perjalanan sejarah masyarakat. Karena itu, regenerasi pelaku seni perlu terus diperkuat agar kesenian tradisional tetap berkembang dan tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.

Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu hal yang dinilai menentukan masa depan seni reog dan jaranan di Loa Kulu. Pembinaan melalui paguyuban serta penyediaan ruang tampil dalam kegiatan masyarakat dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya sejak usia muda.

Sekretaris Camat Loa Kulu Khairuddinata juga menaruh harapan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai festival perdana. Ia menginginkan momentum 1000 tumpeng dapat menjadi pijakan untuk membentuk agenda kebudayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Budaya merupakan instrumen tradisi leluhur kita yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Saat ini ada 18 paguyuban kesenian reog dan jaranan yang ada di wilayah Kecamatan Loa Kulu,” tuturnya.

Menurut Khairuddinata, keberadaan belasan paguyuban tersebut menunjukkan bahwa potensi seni tradisional di Loa Kulu masih kuat. Potensi itu dinilai perlu mendapat ruang untuk berkembang agar keberadaan reog dan jaranan terus dikenal masyarakat serta mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Festival 1000 Tumpeng juga membawa pesan tentang rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat. Di balik kemeriahannya, acara tersebut menjadi tempat bertemunya masyarakat yang memiliki beragam latar belakang suku dan budaya dalam suasana kekeluargaan.

Bagi pemerintah kecamatan, makna utama festival tidak berhenti pada banyaknya tumpeng atau semarak pertunjukan seni. Nilai kebersamaan yang muncul dari kegiatan tersebut justru menjadi bagian terpenting karena dapat memperkuat ukhuwah, persaudaraan, serta rasa cinta damai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan semakin mempererat persatuan. Itulah makna dari kegiatan ini,” pungkasnya.

Penyelenggaraan Festival Budaya 1000 Tumpeng bersama 18 paguyuban reog dan jaranan akhirnya menjadi panggung bagi dua pesan sekaligus, yakni menjaga warisan leluhur dan memperkuat hubungan sosial masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan perdana tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi hadirnya agenda budaya berkelanjutan yang mampu menjaga identitas Loa Kulu dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

YJI Kaltim Ajak Warga Rutin Jaga Kesehatan Jantung

Seno Aji Puji Paskibraka, Dorong Pemuda Kaltim Berprestasi

Berita Terkini

Kades Hamriansi Kassa Bawa Singa Gembara Wakili Kutim dalam Penilaian Stunting Kaltim

Ajeng NadyaAjeng Nadya24 Agu 2026 Pemkab Kutim

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

YJI Kaltim Ajak Warga Rutin Jaga Kesehatan Jantung

22 Agu 2026

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.