Upacara tersebut berlangsung di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin (17/8/2026). Seno menilai keberanian, kedisiplinan, kekompakan, serta tanggung jawab para anggota Paskibraka menjadi bukti bahwa anak-anak muda Kalimantan Timur mempunyai potensi besar untuk berkembang. Keberhasilan menjalankan tugas kenegaraan itu sekaligus memperlihatkan hasil dari proses latihan dan pembinaan yang mereka jalani.
“Bagus sekali tadi, kami bangga. Mudah-mudahan ke depan mereka lebih bagus lagi,” ujar Seno Aji usai upacara di sore hari itu.
Menurut Seno, pengalaman yang diperoleh generasi muda melalui beragam program pembinaan dan kesempatan untuk berprestasi memiliki nilai penting bagi masa depan mereka. Kesempatan tersebut bukan sekadar meningkatkan kepercayaan diri, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter agar generasi muda siap memikul tanggung jawab yang lebih besar.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang penting tersedianya ruang yang semakin luas bagi anak-anak muda untuk belajar, mencoba hal baru, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan prestasi terbaik. Dukungan terhadap generasi muda dinilai menjadi bagian dari investasi daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
“Anak-anak muda Kaltim harus diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Mereka adalah bagian penting dari masa depan daerah ini,” katanya.
Seno juga mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan semestinya tidak hanya berakhir sebagai agenda seremonial tahunan. Nilai kemerdekaan harus diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk mempersiapkan generasi yang memiliki kualitas, kompetensi, karakter, serta daya saing menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
Salah satu fondasi untuk mewujudkan hal tersebut adalah akses terhadap pendidikan. Pemprov Kaltim, menurut Seno, terus berusaha memperluas kesempatan bagi anak-anak daerah agar dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Pendidikan diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi masing-masing.
Upaya itu antara lain dilakukan melalui program Gratispol yang memberikan dukungan pendidikan kepada anak-anak Kalimantan Timur yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Melalui program Gratispol, kita berikan pendidikan gratis bagi anak-anak Kaltim yang melanjutkan ke jenjang kuliah,” jelasnya.
Semakin terbukanya kesempatan memperoleh pendidikan, menurut Seno, akan memperbesar peluang generasi muda dalam mengasah kemampuan. Mereka tidak hanya dipersiapkan memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong menjadi pribadi kreatif, berprestasi, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Timur.
Paskibraka sendiri menjadi salah satu wadah pembentukan karakter bagi generasi muda. Di balik keberhasilan mengibarkan maupun menurunkan Sang Merah Putih terdapat proses latihan panjang yang menuntut disiplin, kekompakan, ketahanan mental, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan pendidikan, pekerjaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Potensi anak muda Kaltim juga tidak hanya terlihat dalam barisan Paskibraka. Kesempatan untuk berkembang terbuka luas melalui pendidikan, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan, hingga berbagai bidang industri kreatif. Karena itu, pembinaan yang konsisten dan tersedianya akses untuk berprestasi menjadi faktor penting agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai kemampuan yang belum tersalurkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun menempatkan pembinaan generasi muda dan penguatan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Dengan memberikan kesempatan yang lebih luas, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita punya kesempatan. Kalau kesempatan itu ada, mereka bisa menunjukkan kemampuan dan prestasinya,” pungkasnya.
Keberhasilan Paskibraka Kaltim menuntaskan tugas pada peringatan HUT ke-81 RI akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar seremoni. Dari lapangan upacara, mereka menjadi gambaran generasi muda yang sedang ditempa dengan disiplin dan tanggung jawab, sekaligus dipersiapkan untuk mengambil peran lebih besar bagi masa depan Kalimantan Timur.
