Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

20 Mei 2026

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

19 Mei 2026
1 2 3 … 924 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Seminar dan Rembug Stunting di Kutim, Upaya Kolektif Tangani Masalah Stunting

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya18 Des 2024
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPPKB menggelar Seminar dan Rembug Stunting di Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (18/12/2024).
DPPKB menggelar Seminar dan Rembug Stunting di Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (18/12/2024).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Stunting masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Untuk menggali solusi yang lebih efektif, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim menggelar Seminar dan Rembug Stunting di Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (18/12/2024).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya. Seminar ini bertujuan membahas langkah-langkah strategis untuk mengatasi stunting, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Pentingnya Data yang Valid untuk Intervensi Tepat Sasaran

Dalam sambutannya, Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menekankan pentingnya pengumpulan data keluarga berisiko stunting yang akurat sebagai dasar intervensi. Ia berharap seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk menurunkan angka stunting di Kutim.

“Tidak selalu harus dengan pemberian makanan tambahan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memverifikasi dan memvalidasi data keluarga berisiko stunting dengan benar,” ujar Junaidi.

Menurutnya, data yang valid sangat menentukan efektivitas program penanganan stunting. Jika data yang digunakan tidak akurat, maka intervensi yang dilakukan bisa meleset dari sasaran. Hal ini tidak hanya membuang sumber daya, tetapi juga membuat program-program yang dirancang menjadi tidak efektif.

“Jangan sampai semua program yang kita rencanakan jadi sia-sia hanya karena data belum valid,” tambahnya.

Dalam konteks ini, Junaidi menegaskan bahwa verifikasi data keluarga berisiko harus dilakukan dengan cermat agar setiap program, termasuk pemberian makanan tambahan, bisa tepat sasaran dan memberikan hasil maksimal.

Pemanfaatan Data untuk Kebijakan Efektif

Seminar ini juga menghadirkan narasumber dari Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Lilik Nurkholidah, yang membahas sebaran data keluarga berisiko stunting di Kutim. Lilik menjelaskan bahwa pengumpulan dan pemanfaatan data yang akurat menjadi kunci utama dalam menyusun kebijakan penanganan stunting yang efektif.

“Data yang akurat memungkinkan kita untuk menentukan prioritas intervensi yang paling mendesak, sehingga program yang dirancang dapat benar-benar memberikan dampak nyata,” jelas Lilik.

Ia juga menambahkan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kondisi sanitasi, akses terhadap layanan kesehatan, serta pola asuh anak. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan untuk mengatasi stunting harus komprehensif dan melibatkan berbagai sektor.

Langkah Konkret dalam Penanganan Stunting

Dalam diskusi yang berlangsung selama seminar, berbagai pihak membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk menurunkan angka stunting di Kutim. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  1. Peningkatan Gizi Ibu dan Anak: Memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang pentingnya asupan gizi seimbang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.
  2. Peningkatan Akses Layanan Kesehatan: Memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa, termasuk pemberdayaan posyandu dan puskesmas.
  3. Perbaikan Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan: Mendorong pembangunan fasilitas sanitasi yang memadai untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
  4. Edukasi tentang Pola Asuh: Memberikan pelatihan kepada orang tua tentang pola asuh yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, peserta seminar juga sepakat bahwa perlu ada penguatan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tenaga kesehatan, untuk menangani stunting secara lebih terpadu.

“Stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Dengan bekerja bersama, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik,” ujar salah satu peserta seminar.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan diadakannya Seminar dan Rembug Stunting ini, DPPKB Kutim berharap dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antara semua pihak yang terlibat dalam penanganan stunting. Acara ini juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan langsung bisa diterapkan di lapangan.

“Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi panduan untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif, sehingga angka stunting di Kutim dapat terus menurun,” ungkap Junaidi.

Ketua TP-PKK Kutim, Siti Robiah, yang juga hadir dalam acara tersebut, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung program-program yang bertujuan menurunkan angka stunting. Menurutnya, peran TP-PKK sangat penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu, tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah dan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa setiap keluarga di Kutim mendapatkan informasi dan layanan yang dibutuhkan,” katanya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Anak-Anak Kutim

Stunting menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kutim karena dampaknya yang luas terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga berisiko menghadapi masalah perkembangan kognitif yang dapat memengaruhi kemampuan belajar mereka.

Oleh karena itu, intervensi untuk mencegah stunting harus dilakukan sedini mungkin, mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, diharapkan angka stunting di Kutim dapat terus menurun.

Seminar dan Rembug Stunting ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengatasi tantangan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di Kutim.

“Kami optimis bahwa melalui kerja sama yang erat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak di Kutim. Mereka adalah aset berharga bagi kemajuan daerah ini,” tutup Junaidi.

Silakan Bekomentar
Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

Berita Terkini

HKG PKK Kutim Ke-54 Tekankan Penguatan Keluarga

Ajeng NadyaAjeng Nadya20 Mei 2026 Pemkab Kutim

Harkitnas 2026,Bupati Kutim Serukan Kedaulatan Digital

20 Mei 2026

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

19 Mei 2026

Arif Kurniawan: Jika Proyek Terowongan Samarinda Bermasalah, Jangan Saling Menyalahkan

19 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.