Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026
1 2 3 … 965 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Pemkab Kutim Serius Turunkan Angka Stunting

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya4 Nov 2024452
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPPKB Kutim menggelar Workshop SIP Terintegrasi Tematik Penurunan Stunting Dan Manajemen Resiko selama dua hari, (4-5 November 2024) di Ruang Rapat DPPKB Kutim
DPPKB Kutim menggelar Workshop SIP Terintegrasi Tematik Penurunan Stunting Dan Manajemen Resiko selama dua hari, (4-5 November 2024) di Ruang Rapat DPPKB Kutim
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperkuat upayanya dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan sistematis dan integratif. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkab Kutim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyelenggarakan Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tematik Penurunan Stunting dan Manajemen Risiko. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 4 hingga 5 November 2024, bertempat di Ruang Rapat DPPKB Kutai Timur. Workshop ini dihadiri 54 peserta yang terdiri dari pejabat struktural, fungsional, staf DPPKB, perwakilan perangkat daerah, dan kader dari seluruh kecamatan di Kutim.

Pembukaan acara dilakukan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma, yang diwakili oleh Kepala DPPKB Achmad Junaidi B. Dalam sambutannya, Achmad menekankan bahwa penurunan angka stunting adalah prioritas utama Pemkab Kutim dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Menurutnya, stunting bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga menjadi tantangan dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

“Stunting memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ungkap Achmad Junaidi. Ia juga berharap bahwa workshop ini dapat membantu peserta memahami implementasi SPIP Terintegrasi serta manajemen risiko untuk mendukung program penurunan stunting.

Achmad menambahkan, “Saya percaya, dengan komitmen kuat kita semua, DPPKB akan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya membangun keluarga sehat dan sejahtera, yang pada akhirnya akan mendorong terwujudnya masyarakat Kutai Timur yang lebih makmur dan berdaya saing.”

Menghadirkan Narasumber dari BPKP Kaltim

Dalam workshop ini, DPPKB Kutai Timur mengundang narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Auditor Muda Adisti Dwi Septyarini dan Dian Prayunita. Panitia acara, Kurnia, menjelaskan bahwa kehadiran narasumber dari BPKP bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam penerapan SPIP yang terintegrasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperjelas pentingnya pelaporan SPIP Terintegrasi untuk mengukur capaian program dan kegiatan pemerintah secara akurat.

“Pelaporan SPIP Terintegrasi ini sangat penting dalam pengukuran hasil program, sehingga kita bisa melihat seberapa besar dampak program penurunan stunting yang telah dilakukan. Selain itu, manajemen risiko menjadi hal krusial agar target pemerintah dapat tercapai dengan optimal,” ujar Kurnia.

Selama dua hari pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan materi tentang overview SPIP Terintegrasi, desain pengendalian dalam penurunan prevalensi stunting, serta gambaran umum manajemen risiko. Melalui materi ini, diharapkan pemahaman peserta akan pengendalian internal dan manajemen risiko dalam upaya penurunan stunting menjadi semakin kuat.

Mengintegrasikan SPIP untuk Penanganan Stunting yang Lebih Efektif

Adisti Dwi Septyarini, narasumber dari BPKP Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah DPPKB Kutai Timur dalam komitmennya menerapkan SPIP sebagai bagian dari upaya menurunkan stunting. Menurutnya, stunting adalah isu lintas sektor yang memerlukan kolaborasi antar instansi serta perencanaan yang matang agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.

“Perencanaan yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan yang optimal dalam penanganan stunting. Melalui SPIP, kita bisa memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berada dalam kerangka kerja yang terstruktur, sehingga hasil yang dicapai bisa lebih maksimal,” jelas Adisti.

Adisti juga menekankan pentingnya manajemen risiko dalam setiap program. Di hari kedua workshop, materi tentang perbaikan manajemen risiko menjadi salah satu fokus utama. Ia menjelaskan bahwa dengan manajemen risiko yang lebih baik, upaya penanganan stunting di Kutai Timur dapat berjalan lebih terukur dan efektif.

“Perbaikan manajemen risiko akan menjadi fokus di hari kedua, agar progres penanganan stunting bisa lebih terukur dan efektif. Ini penting untuk memastikan bahwa semua upaya yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.

DPPKB sebagai Garda Terdepan dalam Penurunan Stunting di Kutai Timur

Workshop ini merupakan salah satu bentuk komitmen DPPKB Kutai Timur dalam mengatasi masalah stunting, yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi sebagian daerah di Indonesia, termasuk Kutai Timur. Sebagai garda terdepan dalam program pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga, DPPKB berupaya mengoptimalkan setiap program yang terkait dengan penurunan stunting.

Achmad Junaidi menyampaikan bahwa dengan penerapan SPIP yang terintegrasi, pengendalian dan evaluasi terhadap program-program penurunan stunting akan menjadi lebih mudah dan terarah. Ia berharap setiap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam workshop ini di lingkungan kerja masing-masing, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Mengatasi Tantangan Stunting Demi Masa Depan Generasi Kutai Timur

Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif mereka, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan belajar dan produktivitas di masa dewasa. Oleh karena itu, penurunan angka stunting menjadi salah satu fokus Pemkab Kutai Timur dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan penerapan SPIP dan manajemen risiko yang lebih terintegrasi akan mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Kutai Timur. Komitmen yang ditunjukkan oleh Pemkab Kutim dan DPPKB Kutim ini menunjukkan upaya yang serius dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Workshop SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko ini tidak hanya menjadi momen peningkatan kapasitas bagi peserta, tetapi juga merupakan bukti nyata bahwa Pemkab Kutai Timur terus berinovasi dan berkomitmen dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan stunting.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

Berita Terkini

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

Ajeng NadyaAjeng Nadya22 Agu 2026 Pemprov Kaltim

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

20 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.