Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

6 Okt 2026

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026
1 2 3 … 983 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

    14 Sep 2026

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Panen Jagung Manis Jadi Simbol Sinergi Ponpes Segoro Agung dan Kejari Mojokerto Dukung Ketahanan Pangan

Daerah AlawiAlawi26 Mar 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mojokerto – Di hamparan ladang yang hijau menguning, panen bukan sekadar hasil tani, melainkan “buah ikhtiar bersama” yang tumbuh dari semangat gotong royong. Panen raya jagung manis di Desa Sumengko menjadi cermin sinergi antara pesantren dan aparat penegak hukum, layaknya nilai kebersamaan yang juga hidup dalam budaya agraris masyarakat Priangan Timur.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (26/03/2026) di lahan belakang Rumah Sakit Adhyaksa Jawa Timur, tepatnya di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dengan Pondok Pesantren Segoro Agung. Tujuannya tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi santri dalam mengelola pertanian produktif secara berkelanjutan.

“Hari ini, kita melaksanakan panen raya jagung manis dalam rangka mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Dalam hal ini kita bersama-sama dengan Kompes Segoro Agung, Pondok Pesantren Segoro Agung. Terima kasih Pak Yai, kita sudah diundang di sini dalam rangka panen raya jagung manis dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional terima kasih dari Pak Yai,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran institusi hukum kini merambah pada penguatan sektor pangan, sejalan dengan kebutuhan nasional menghadapi dinamika global. Pendekatan ini mengingatkan pada filosofi “silih asah, silih asih, silih asuh” yang juga dijunjung masyarakat Tasikmalaya, di mana kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.

“Kami Ponpes Segoro Agung setia terhadap NKRI dan mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan. Kami sampaikan terimakasih kepada kejari dan kejaksaan Kabupaten Mojokerto yang sudah mempercayakan lahannya untuk kami kelola,” ungkap pengasuh pesantren.

Keterlibatan santri dalam seluruh proses pertanian—dari pengolahan lahan hingga panen—memberikan nilai tambah pendidikan berbasis praktik. Model ini serupa dengan tradisi pesantren di Priangan Timur yang mengintegrasikan ilmu agama dengan keterampilan hidup, termasuk bertani sebagai bagian dari kemandirian ekonomi umat.

Hasil panen perdana menunjukkan kualitas jagung yang baik dan layak dipasarkan. Ke depan, kerja sama ini direncanakan berkembang melalui perluasan lahan serta penanaman komoditas lain, guna memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu melahirkan solusi konkret bagi masyarakat, sekaligus mempertegas bahwa kemandirian pangan dapat tumbuh dari akar kebersamaan.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

Kemarau Panjang, PT KED Bergerak Salurkan Air Bersih untuk Warga Marah Haloq

Rita Widyasari Kembali ke Panggung, Nostalgia “Bupati Rocker” Menggema di Etam Fest 2026

Berita Terkini

Cegah Karhutla, Warga Marah Haloq Bersama KED-SAP Terus Perkuat Kesiapsiagaan

Ajeng NadyaAjeng Nadya6 Okt 2026 Daerah

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Arif Kurniawan Dorong Semangat Generasi Muda

6 Okt 2026

HUT TNI, Arif Kurniawan: Pengabdian TNI adalah Cinta untuk Indonesia

5 Okt 2026

Aklamasi, Seno Aji Nahkodai Gekrafs Kaltim 2026-2031

3 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.