Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026
1 2 3 … 965 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Kutim Dorong Literasi Digital, 750 Guru Ikuti Pelatihan Level 0

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya14 Nov 2025499
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim
Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim (Etara.id/AN)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – “Langkah kecil, lompatan besar,” bisa menggambarkan upaya Disdikbud Kutim mendorong transformasi digital dunia pendidikan: sebanyak sekitar 750 guru dari berbagai jenjang telah menyelesaikan pelatihan dasar Google Workspace for Education Level 0 sebagai fondasi literasi digital di wilayah ini.

Pelatihan ini digelar dalam empat batch atau angkatan, menurut penjelasan Irma Yuwinda selaku Sekretaris Disdikbud Kutim. Selama pelatihan, para guru diperkenalkan pada konsep dasar penggunaan akun pembelajaran, pengenalan layanan Google Workspace, dan cara mengintegrasikan perangkat digital dalam proses mengajar di kelas. Tujuan utamanya bukan sekadar mengajari teknis penggunaan — tetapi juga mengubah mindset agar teknologi menjadi bagian dari keseharian mengajar.

“Level 0 sudah kemarin empat batch target sekitar 750 orang tenaga pendidik,” ujar Irma di Kantor Bupati Kutim, Jumat (14/11/2025).

Dalam tahap awal ini, guru mendapatkan bekal dasar tentang Google Workspace for Education — termasuk penggunaan aplikasi seperti Google Form, Google Sheet, Google Drive, serta layanan kolaborasi online yang memudahkan proses belajar‑mengajar. Pelatihan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir: agar guru terbiasa memanfaatkan teknologi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Program Level 0 ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk menyaring guru‑guru berpotensi melanjutkan ke tingkat berikutnya: peserta akan dipilih berdasarkan hasil post‑test dan observasi pelatihan, untuk mengikuti bimbingan teknis lanjutan (level lebih tinggi).

Inisiatif ini merupakan bagian dari persiapan Disdikbud Kutim dalam menetapkan sejumlah sekolah sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Di program tersebut, seluruh guru diwajibkan mengikuti Level 0, dan kemudian minimal 30 persen di antaranya harus lulus ke Level 1 agar sekolah bisa mendapatkan akreditasi digital.

Meski demikian, tantangan masih muncul terutama dari kesiapan sarana: setiap sekolah kandidat juga diharuskan menyediakan perangkat seperti Chromebook dan akses internet memadai agar proses pembelajaran digital bisa berjalan optimal.

Upaya ini — menurut Disdikbud Kutim — dinilai sangat penting, mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat dan perubahan kurikulum yang menuntut metode pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, serta relevan dengan era digital. Pelatihan literasi digital untuk guru seperti ini dianggap sebagai pondasi agar proses belajar‑mengajar bisa lebih adaptif, modern, dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Langkah awal 750 guru ini menjadi sinyal bahwa Kutai Timur serius menyiapkan tenaga pendidik yang melek teknologi — sebagai modal penting agar pendidikan mampu mengikuti dinamika zaman. (ADV/AN/Diskominfo)

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

Berita Terkini

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

Ajeng NadyaAjeng Nadya22 Agu 2026 Pemprov Kaltim

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026

Kekeringan Melanda, Arif Kurniawan Dorong Salat Istisqa

21 Agu 2026

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

20 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.