Kutim – Semangat kemerdekaan tak boleh hanya berkibar di tiang bendera, tetapi juga harus hidup dalam ingatan dan tindakan masyarakat. Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mendorong warga untuk menjadikan momentum pembagian Bendera Merah Putih sebagai pengingat atas perjuangan para pahlawan sekaligus sarana menumbuhkan patriotisme di tengah perkembangan zaman.
Jimmi menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur, Rabu (12/8/2026), di kawasan Simpang Tiga Pendidikan atau lampu merah Jalan Pendidikan. Kegiatan itu dilaksanakan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait.
Menurut Jimmi, mendekati peringatan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengenang pengorbanan para pahlawan. Salah satu bentuk partisipasi yang paling sederhana ialah membagikan sekaligus mengajak masyarakat memasang Bendera Merah Putih di rumah masing-masing.
“Nah tentu salah satu partisipasi ini adalah membagikan bendera ini untuk mengingatkan kepada masyarakat dan juga mendorong mereka juga untuk memasang bendera di rumah masing-masing,” kata Jimmi.
Ia menilai pemasangan Merah Putih tidak semestinya dipandang sebatas tradisi tahunan. Bendera nasional tersebut memiliki makna historis yang kuat karena menjadi simbol perjuangan, persatuan, serta pengorbanan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan.
Jimmi mengatakan, masyarakat saat ini memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ingatan sejarah agar nilai-nilai perjuangan tidak terputus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, momentum bulan kemerdekaan menurutnya harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali rasa cinta kepada bangsa dan negara.
“Dan kalau bukan kita siapa lagi yang bisa mengingatkan kepada masyarakat. Dan tentu ini motivasi untuk bisa mendorong bagaimana patriotisme di zaman sekarang ini itu penting untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air,” ujarnya.
Selain melalui pengibaran bendera, Jimmi turut merespons positif imbauan untuk menghadirkan kembali kisah perjuangan tokoh nasional, termasuk melalui pemutaran film tentang Jenderal Sudirman. Menurutnya, perjalanan tokoh perjuangan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kepemimpinan, keteguhan dan pengabdian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Apa yang kita bisa lakukan untuk bangsa dan negara ini, itu adalah suatu bentuk penghargaan yang sangat mungkin dibutuhkan oleh kebersamaan masyarakat itu sendiri,” katanya.
Jimmi menegaskan bahwa perjuangan bagi bangsa tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Saat ini, bentuk perjuangan tersebut bergeser menjadi bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat bekerja bersama membangun daerah sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Tentu untuk membangun daerah ini dan membangun negara ini. Itu perlu suatu perjuangan dan perjuangan itu tidak akan pernah berhenti. Masih banyak tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ini untuk bisa lebih maju dan berkembang,” ujar Jimmi.
Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur menjadi bagian dalam pelaksanaan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tersebut. Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Kesbangpol Kutim, Hapiah, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan unsur Forkopimda, OPD serta berbagai instansi terkait. Program itu dilaksanakan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menggugah kecintaan terhadap Tanah Air dan meningkatkan nasionalisme masyarakat Kutai Timur.
“Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan seluruh Unsur FORKOPIMDA, OPD dan Instansi terkait, untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta upaya yang menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan nasionalisme Masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” demikian disampaikan Hapiah dalam laporan kegiatan.
Pelaksanaan gerakan tersebut mengacu pada program yang digagas Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri melalui surat Nomor 00.10.1.1/5191/SJ tertanggal 10 Juli 2026.
Program tersebut memiliki tujuan menumbuhkan nasionalisme dengan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan warga. Selain itu, masyarakat didorong berpartisipasi aktif dengan memasang Bendera Merah Putih di rumah maupun lingkungan sekitarnya selama bulan kemerdekaan.
Dalam pelaksanaannya pada Rabu (12/8/2026), sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut terdiri dari 500 lembar bendera untuk dipasang di rumah dan 500 lembar bendera untuk kendaraan.
Melalui gerakan tersebut, semangat peringatan kemerdekaan di Kutai Timur diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan seremonial. Pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan sejarah, menghargai pengorbanan para pahlawan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan daerah dan bangsa.
