Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Jimmi Apresiasi Respons Cepat Polisi Ungkap Kasus Royyan

4 Jun 2026

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

3 Jun 2026

DPR Nilai SE Guru Non-ASN Jadi Solusi Masa Transisi

2 Jun 2026
1 2 3 … 929 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Jimmi Apresiasi Respons Cepat Polisi Ungkap Kasus Royyan

DPRD Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya4 Jun 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Jimmi, Ketua DPRD Kutim
Jimmi, Ketua DPRD Kutim
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutim – “Duka yang mendalam sering kali menjadi alarm paling keras bagi sebuah daerah.” Ungkapan itu seolah menggambarkan peristiwa yang mengguncang masyarakat Kutai Timur setelah kasus hilangnya Muhammad Royyan Prasetyo (7) di Sangatta Utara terungkap. Di tengah keprihatinan tersebut, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi menyampaikan apresiasi atas kesigapan aparat kepolisian yang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan pelaku.

Kasus yang menyita perhatian warga Kutai Timur itu bermula ketika korban dilaporkan hilang dari rumahnya di kawasan Kampung Tator, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Senin (1/6/2026). Menindaklanjuti laporan keluarga, Polres Kutai Timur bersama Subdit Jatanras Polda Kalimantan Timur melakukan penyelidikan intensif melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran rekaman kamera pengawas. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya terduga pelaku di Balikpapan Barat pada Selasa (2/6/2026) malam. Sehari kemudian, Rabu (3/6/2026), korban ditemukan di belakang Masjid Agung Al Farouq Sangatta dalam kondisi meninggal dunia.

“Kalau melihat informasi yang beredar, kita tentu masih menunggu konferensi pers dari pihak kepolisian untuk mengetahui motif sebenarnya. Namun yang jelas, kami mengapresiasi langkah cepat aparat dalam menangani kasus ini,” ujar Jimmi.

Menurutnya, tindakan cepat yang dilakukan aparat menunjukkan kesiapan pemerintah dan kepolisian dalam merespons persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Ia juga menilai strategi penanganan yang dilakukan secara terukur menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama proses penangkapan berlangsung.

“Terhadap langkah yang dilakukan kemarin tentu kita memberikan apresiasi. Pemerintah dan kepolisian telah menunjukkan kesiagapan sehingga proses penangkapan pelaku dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” katanya.

Jimmi menegaskan bahwa tragedi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat perlindungan anak di Kutai Timur. Daerah yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak, menurutnya, harus mampu menghadirkan lingkungan yang benar-benar aman bagi anak-anak.

“Kabupaten layak anak itu semestinya memberikan rasa aman bagi anak-anak. Kasus ini sangat miris bagi kita semua karena terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang aman,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan kamera pengawas atau CCTV yang terbukti membantu proses pengungkapan kasus. Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terpantau secara maksimal sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Salah satu contoh bahwa CCTV sangat bermanfaat dalam pengungkapan kasus ini. Ke depan, pengawasan lingkungan harus lebih ditingkatkan karena masih ada wilayah yang belum terpantau,” jelasnya.

Selain memperkuat sarana pengawasan, Jimmi berharap para orang tua dan masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Peristiwa yang menimpa Royyan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga pada kesadaran kolektif seluruh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi generasi penerus.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jimmi Ajak Semua Elemen Jadikan Pancasila Panduan Pembangunan Kutim

DPRD Kutim Sahkan Raperda RPIK 2025-2044

Raperda Penyelenggaraan Olahraga Disahkan, Jimmi Dorong Olahraga Kutim Tumbuh hingga Desa

Berita Terkini

Bupati Kutim Tekankan ASN Tingkatkan Pelayanan

YuliyaniYuliyani3 Jun 2026 Pemkab Kutim

DPR Nilai SE Guru Non-ASN Jadi Solusi Masa Transisi

2 Jun 2026

Ardiansyah Minta Petani dan Peternak Kutim Bergerak Nyata

2 Jun 2026

Jimmi Ajak Semua Elemen Jadikan Pancasila Panduan Pembangunan Kutim

2 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.