Sangatta – Dalam upaya melestarikan seni dan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur menggelar Festival Seni dan Budaya Kutai Timur 2024 pada 20-22 November. Acara ini berlangsung di Townhall Sangatta Baru, menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk melestarikan tradisi, memperkuat identitas budaya, dan membangun keharmonisan sosial. “Tujuan utama kegiatan ini adalah pelestarian budaya, penguatan identitas, pemberdayaan komunitas, serta pengembangan seni dan ekonomi. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi bagi generasi sekarang dan masa depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, festival ini memberikan dampak signifikan tidak hanya dalam ranah seni dan budaya, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kemasan Acara yang Beragam dan Interaktif
Festival Seni dan Budaya Kutai Timur 2024 menawarkan rangkaian acara yang padat selama tiga hari pelaksanaannya. Acara ini mencakup beragam kegiatan seperti pawai seni, penampilan budaya nusantara, lomba tari, hingga pertunjukan artis nasional yang akan memeriahkan panggung utama.
“Festival ini melibatkan lebih dari 60 UMKM, 4 jenis perlombaan, 15 komunitas seni, dan diperkirakan akan menarik lebih dari 7.500 pengunjung. Semua elemen ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam merayakan kekayaan budaya daerah,” jelas Padliyansyah.
Lokasi acara dibagi menjadi beberapa zona, termasuk panggung utama untuk penampilan talent lokal, band lokal, dan artis nasional; area VIP untuk tamu undangan; serta booth UMKM yang menyediakan berbagai produk lokal. Selain itu, tersedia fasilitas pendukung seperti photobooth, area makan, pasar malam, tenda medis, toilet portable, dan Museum Karst Kutai Timur yang menjadi daya tarik tersendiri.
Rangkaian Kegiatan Selama Tiga Hari
Hari Pertama (20 November 2024):
- Registrasi peserta dan pembukaan Journey of Sangatta.
- Bazaar UMKM dan Museum Karst Kutai Timur.
- Kulineran bareng dengan konsep makan gratis.
- Pawai seni dan budaya yang melibatkan komunitas lokal.
- Penampilan Tari Kolosal dan pembukaan Magicland sebagai ikon festival.
- Lomba Tari Tradisional Pesisir, penampilan tari daerah nusantara, musik tingkilan, hingga pertunjukan spesial artis nasional.
Hari Kedua (21 November 2024):
- Registrasi peserta, bazaar UMKM, dan aktivitas di Museum Karst.
- Penampilan Group Hasby dan Group Qasidah.
- Pagelaran Tari Pesisir bertema Sungai Sangatta.
- Penampilan band lokal dan artis nasional yang menambah semarak acara.
Hari Ketiga (22 November 2024):
- Registrasi, bazaar UMKM, dan sesi kuliner.
- Penampilan Group Hasby dan Group Qasidah.
- Penampilan budaya nusantara dari berbagai komunitas.
- Closing Ceremony dengan penampilan pemenang lomba tari pesisir dan pedalaman, penyerahan hadiah, serta pertunjukan artis nasional.
Komunitas Seni dan Artis Nasional yang Turut Memeriahkan
Festival ini menggandeng sejumlah komunitas seni dan budaya seperti Sanggar Tari Nusantaraku, Sanggar Kalong Banua, Paguyuban Wayang Orang Panaroma, Odah Seni Betuah, dan Marching Band Wadipta Prima Sangatta. Penampilan mereka diharapkan mampu menampilkan keragaman budaya yang ada di Kutai Timur.
Selain itu, festival ini menghadirkan artis-artis nasional seperti Zerosix Park, Sandrina, ST 12, Budi Doremi, Kiky Aprillia, dan Club Dangdut Racun. Kehadiran mereka menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.
Pelestarian Tradisi dan Penguatan Ekonomi Lokal
Padliyansyah menegaskan bahwa festival ini bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal. “Kami ingin menjadikan festival ini sebagai medium untuk memperkenalkan keindahan budaya lokal kepada masyarakat luas sekaligus menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM,” ujarnya.
Sebanyak 60 pelaku UMKM terlibat aktif dalam kegiatan ini, menyediakan berbagai produk mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga suvenir khas Kutai Timur. Dengan tingginya antusiasme pengunjung, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal.
Harapan untuk Keberlanjutan
Padliyansyah berharap Festival Seni dan Budaya Kutai Timur dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan. “Kami ingin kegiatan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi daerah. Mari bersama-sama kita wujudkan Kutai Timur yang lebih maju melalui kolaborasi seni dan budaya,” pungkasnya.
Dengan berbagai kegiatan menarik dan kolaborasi antarkomunitas, Festival Seni dan Budaya Kutai Timur 2024 diharapkan menjadi perayaan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas dan solidaritas masyarakat. Festival ini sekaligus menjadi wujud nyata bagaimana seni dan budaya mampu menjadi penggerak perubahan bagi kemajuan daerah.
