Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Polsek Sangatta Utara Amankan TKP Temuan Mayat Perempuan

26 Agu 2026

Jemput Bola Stunting Sasar 482 Keluarga di Kecamatan Telen

26 Agu 2026

Seno Aji Tekankan Festival 1000 Tumpeng Jadi Momentum Memperkuat Persatuan Warga Loa Kulu

25 Agu 2026
1 2 3 … 967 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!

Bank Dunia mencatat, sepertiga dari potensi penerimaan PPN, atau sebesar 0,7% dari produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hilang melalui struktur pembebasan PPN saat ini.
Ekonomi MundzirMundzir9 Mei 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
menkeu sri mulyani indrawati
Menkeu Sri Mulyani (Dok. Kemenkeu RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Bank Dunia atau World Bank menyarankan pemerintah Indonesia untuk menghapus kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) agar dapat meningkatkan penerimaan pemerintah.

Menurut mereka, cara yang efektif untuk meningkatkan penerimaan PPN adalah dengan menghapus pengecualian dan tarif pilihan atas pajak untuk berbagai barang dan jasa.

Bank Dunia mencatat, sepertiga dari potensi penerimaan PPN, atau sebesar 0,7% dari produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hilang melalui struktur pembebasan PPN saat ini.

Padahal, hal ini mereka anggap cukup untuk mendanai seluruh anggaran bantuan sosial yang diperluas pada 2019.

Merespons hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebetulnya ia sepakat saja untuk menghapus pembebasan PPN. Namun banyak risiko politiknya bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Dalam hal ini Bank Dunia berusaha mendorong saya untuk mengambil risiko politik ini, yaitu PPN sembako, pendidikan,” kata Sri Mulyani dalam acara World Bank’s Indonesia Poverty Assessment di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Ia mengakui, khusus untuk PPN pendidikan memang harus ada pengecualian lainnya, terutama untuk sekolah papan atas atau sekolah-sekolah elit, tentu pemberlakuan pajaknya berbeda dengan sekolah umum.

“Jadi pendidikan adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh karena itu harus dikecualikan PPN nya seperti pendidikan, sembako, ini sensitif. Pendidikan ada sekolah papan atas dan rendah oleh karena itu perlakuan ini harus dibedakan,” tegas Sri Mulyani.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani dalam hal pengenaan pajak di tanah air harus dilihat sesuai kebutuhan masyarakat, tanpa harus menyamaratakan seluruhnya. Melalui mekanisme ini, ruas fiskal kata dia masih bisa untuk memberikan perlindungan sosial ke masyarakat.

“Saya setuju dengan rekomendasi bank dunia tapi kita harus mempertimbangkan. Anda bisa memiliki rancangan ekonomi terbaik tapi kalau tidak didukung politik hanya menjadi laporan saja,” tuturnya.

“Laporan itu menyebutkan harus menciptakan ruang fiskal, yang paling penting bagi saya menciptakan ruang politik,” ujar Sri Mulyani.

Silakan Bekomentar
Bank Dunia Pajak PPN Sri Mulyani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Genpro Kaltim Lantik Pengurus, Imam Jadi AVP Baru

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

Enam Program CSR PHI Raih Penghargaan Dunia di Bangkok

Berita Terkini

Polsek Sangatta Utara Amankan TKP Temuan Mayat Perempuan

Ajeng NadyaAjeng Nadya26 Agu 2026 Hukum

Jemput Bola Stunting Sasar 482 Keluarga di Kecamatan Telen

26 Agu 2026

Seno Aji Tekankan Festival 1000 Tumpeng Jadi Momentum Memperkuat Persatuan Warga Loa Kulu

25 Agu 2026

Kades Hamriansi Kassa Bawa Singa Gembara Wakili Kutim dalam Penilaian Stunting Kaltim

24 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.