Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Bahcok Riandi, mengingatkan pentingnya pemerintah daerah untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, dengan cara menyediakan fasilitas dan peralatan yang memadai sebelum terjadi musibah. Ia menegaskan pentingnya keberadaan posko pemadam kebakaran di tingkat kecamatan dan desa sebagai langkah antisipasi.
Menurut Bahcok, setiap kecamatan di Kutai Timur idealnya memiliki dua posko pemadam kebakaran utama. “Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur, Pak Failu. Kami meminta agar perangkat yang dibutuhkan dapat segera disediakan,” ujar politisi dari Partai Demokrat itu, Jumat (22/11/2024) lalu.
Bahcok menilai, keberadaan posko pemadam kebakaran di tingkat kecamatan saja belum cukup. Ia berharap posko serupa juga bisa disiapkan di beberapa desa atau dilengkapi dengan peralatan pendukung lainnya yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap daerah sudah siap siaga menghadapi potensi kebakaran.
“Jadi, semua sudah siap siaga. Baik tingkat kecamatan hingga desa. Semua wajib kita sediakan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Bahcok dalam pernyataan resminya.
Keprihatinan Bahcok terhadap masalah kebakaran ini semakin diperkuat oleh peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, yang menghanguskan kantor desa di wilayah tersebut. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi musibah kebakaran.
“Jangan sampai kejadian yang menghanguskan kantor desa itu terulang kembali. Tentu saja itu hal yang sangat kami khawatirkan. Sebagai wakil rakyat, saya ikut bertanggung jawab atas keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Bahcok berharap agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan posko pemadam kebakaran utama, tetapi juga berupaya mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran. Hal ini sangat penting karena banyak kebakaran yang terjadi akibat kelalaian, seperti arus pendek listrik, penggunaan kompor, dan hal-hal lainnya yang bisa berpotensi memicu kebakaran.
“Kami harap dinas terkait dapat lebih giat lagi mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan cara pencegahannya. Sosialisasi ini perlu dilakukan secara rutin, karena masih banyak kasus kebakaran yang disebabkan oleh hal-hal sederhana yang sebenarnya bisa dihindari,” kata Bahcok.
Ia menambahkan, meskipun usaha pencegahan kebakaran telah dilakukan, namun kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan juga sangat penting. Oleh karena itu, Pemerintah Kutai Timur perlu memberikan edukasi yang lebih intensif tentang cara-cara yang benar dalam menangani peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Setiap warga harus diberikan pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan listrik dengan aman, mematikan kompor dengan baik, serta menjaga lingkungan rumah agar bebas dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Dengan begitu, kita bisa mengurangi risiko terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Bahcok juga mendorong agar anggaran yang ada dapat dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana pemadam kebakaran, seperti pembelian peralatan pemadam modern dan pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran di tingkat kecamatan dan desa.
“Untuk itu, kami akan terus berjuang di DPRD untuk memastikan bahwa anggaran untuk penanggulangan kebakaran bisa ditingkatkan dan digunakan secara tepat guna,” ujar Bahcok.
Selain itu, Bahcok berharap masyarakat juga dapat lebih aktif dalam melakukan upaya pencegahan kebakaran di sekitar mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya gotong royong dalam menjaga keselamatan bersama, karena kebakaran tidak hanya berdampak pada satu individu, tetapi pada seluruh komunitas.
“Saya berharap dengan adanya persiapan dan sosialisasi yang lebih baik, kita dapat menghindari terjadinya musibah kebakaran yang merugikan masyarakat. Tentu saja, kita semua berdoa agar hal-hal buruk seperti itu tidak terjadi, namun tetap harus siap jika suatu saat terjadi,” tuturnya.
