Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

DPR Nilai SE Guru Non-ASN Jadi Solusi Masa Transisi

2 Jun 2026

Ardiansyah Minta Petani dan Peternak Kutim Bergerak Nyata

2 Jun 2026

Jimmi Ajak Semua Elemen Jadikan Pancasila Panduan Pembangunan Kutim

2 Jun 2026
1 2 3 … 929 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Ardiansyah Minta Petani dan Peternak Kutim Bergerak Nyata

Pemkab Kutim YuliyaniYuliyani2 Jun 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Ketahanan pangan ibarat fondasi yang menentukan kokohnya masa depan sebuah daerah. Karena itu, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak berhenti pada konsep dan perencanaan semata, melainkan segera mengambil langkah nyata untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Talkshow Peternakan bertajuk “Kaya Lahan, Miskin Peternak?” yang digelar mahasiswa Program Studi Peternakan STIPER Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (2/6/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmy Ahmadi, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Dyah Ratnaningrum, serta para pelaku usaha pertanian dan peternakan.

Dalam arahannya, Ardiansyah menegaskan bahwa potensi lahan yang luas di Kutai Timur harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kemandirian pangan daerah. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian dan peternakan sangat ditentukan oleh keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalankan usaha.

“Jangan banyak wacana, tapi langsung praktik, action!” tegas Ardiansyah yang disambut antusias para peserta.

Pada kesempatan itu, Ardiansyah berbagi pengalaman pribadinya ketika memasuki masa purnatugas sebagai aparatur sipil negara sekitar tahun 2016 hingga 2017. Saat itu, ia memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya untuk membudidayakan ikan lele menggunakan kolam terpal yang diisi sekitar 4.000 benih.

Selain beternak ikan, ia juga mengembangkan berbagai tanaman produktif seperti cabai dalam polybag, pohon pisang, jeruk nipis, hingga mangga. Menurutnya, meskipun saat itu menghadapi kendala pemasaran, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya pemanfaatan lahan dan integrasi usaha pertanian dengan peternakan.

“Mungkin waktu itu hasil ikan lebih banyak dikonsumsi sendiri. Tetapi yang luar biasa adalah limbah air dan kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Jadi semuanya saling mendukung,” ujarnya.

Semangat tersebut, lanjut Ardiansyah, masih diterapkan hingga kini di lingkungan rumah jabatan bupati. Berbagai aktivitas peternakan dan budidaya tanaman tetap dilakukan sebagai bentuk contoh bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, bahkan dari pekarangan rumah.

Dalam forum tersebut, Ardiansyah juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku usaha lokal yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi di sektor peternakan. Salah satunya adalah usaha peternakan yang dikelola Ikhvani Wulandari melalui Vay Farm.

Menurut Ardiansyah, usaha tersebut menunjukkan bagaimana generasi muda mampu menciptakan peluang ekonomi melalui sektor peternakan. Selain mengoperasikan mesin tetas mandiri untuk memproduksi DOC (Day Old Chick), usaha tersebut juga mengembangkan budidaya maggot yang mendukung kebutuhan pakan peternak lokal.

Apresiasi serupa diberikan kepada kelompok Dasawisma PKK dan petani di Kampung Kajang yang berhasil mengembangkan pertanian hidroponik di lahan terbatas. Inovasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak berproduksi.

Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan bagian penting dari program prioritas pemerintah daerah. Bahkan, penguatan ketahanan pangan masuk dalam daftar program unggulan yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Saya ingin Kutai Timur segera dikenal sebagai daerah yang siap di bidang pangan. Bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki kedaulatan pangan yang kuat dengan memanfaatkan potensi lahan yang kita miliki,” katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Ahmadi, daerah ini memiliki potensi besar di sektor peternakan. Produksi sapi mencapai sekitar 15 ribu ekor per tahun, ditambah produksi ayam dan komoditas hortikultura yang sudah dipasarkan hingga Kabupaten Berau dan Kota Samarinda.

Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan bahwa pengembangan sektor pertanian dan peternakan memerlukan dukungan yang lebih cepat dari perangkat daerah. Ia secara khusus meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan kelompok usaha produktif.

Salah satu contoh yang disorot adalah kelompok usaha perempuan yang mengembangkan kopi mangrove namun belum memperoleh bantuan mesin pengolahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Padahal produk tersebut telah menjadi salah satu komoditas khas yang banyak diminati pengunjung maupun instansi dari luar daerah.

“Jangan tersinggung kalau sering dimarahi bupati. Saya ingin semuanya bergerak lebih cepat. Kelompok-kelompok kreatif seperti ini harus segera didatangi dan dibantu fasilitasnya. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya memberikan janji tanpa tindakan,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Ardiansyah berharap terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang mampu mendorong lahirnya inovasi baru di sektor pertanian dan peternakan. Ia optimistis, dengan kerja nyata dan kolaborasi yang kuat, Kutai Timur mampu menjadi salah satu daerah yang berdaulat pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Bupati Ardiansyah Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila

Ribuan Jamaah Padati Salat Iduladha di Al Farouq

BNN RI dan Polres Kutim Gagalkan 92 Kg Sabu, Pemdes Singa Gembara Sampaikan Apresiasi

Berita Terkini

DPR Nilai SE Guru Non-ASN Jadi Solusi Masa Transisi

AminahAminah2 Jun 2026 Pendidikan

Jimmi Ajak Semua Elemen Jadikan Pancasila Panduan Pembangunan Kutim

2 Jun 2026

Bupati Ardiansyah Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila

2 Jun 2026

Wapres Gibran Bakal Diundang Hadiri MUNAS III PJS, Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus DPD-DPC se-Indonesia

30 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.