Sangatta – Inisiatif kecil berdampak besar. Itulah pesan yang disampaikan Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, terkait langkah kantornya yang mulai meninggalkan botol plastik sekali pakai dan beralih menggunakan teko air dan gelas kaca di lingkungan kerja.
Dalam wawancara di ruang kerjanya, Jumat (21/11/2025), Hasdiah menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari kontribusi nyata kecamatan dalam mengurangi sampah plastik, sekaligus mendukung upaya global untuk melawan krisis lingkungan.
“Kami sadar bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari kebiasaan minum di kantor saja, kita bisa memberikan dampak positif,” ujarnya.
Menurut Hasdiah, sejak penggunaan teko dan gelas diterapkan, jumlah sampah botol plastik menurun drastis di kantornya. Langkah ini juga telah menjadi teladan bagi sejumlah instansi lain di wilayah Sangatta.
Kebijakan ini sejalan dengan kampanye internasional yang digagas Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), yakni transisi dari sistem sekali pakai ke model penggunaan kembali. Penggunaan gelas dan teko tidak hanya mengurangi beban sampah, tapi juga menghemat sumber daya alam dan menekan jejak karbon dari proses produksi, pengemasan, dan distribusi air kemasan.
“Selain ramah lingkungan, ini juga hemat biaya. Anggaran belanja air kemasan berkurang, dan kebiasaan baik mulai terbentuk di kalangan pegawai,” jelasnya.
Hasdiah berharap langkah kecil ini bisa menjadi kebijakan yang lebih luas di tingkat kabupaten, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.
“Kami ingin Sangatta Utara jadi contoh kecamatan yang peduli lingkungan. Semua bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di kantor,” pungkasnya. (ADV/AN/Diskominfo).
.
