Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

20 Agu 2026

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

19 Agu 2026

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

18 Agu 2026
1 2 3 … 963 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Festival Pesona Budaya Kutim 2025 Tutup Meriah, Bupati Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya24 Nov 2025691
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutim
Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutim saat menutup Festival Pesona Budaya Kutai Timur 2025 (AN/Etara.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Sangatta – Di tengah lampu panggung yang menyala berkilau di Alun-alun Bukit Pelangi, penutupan Festival Pesona Budaya (FPB) Kutai Timur 2025 pada Minggu (23/11/2025) malam menghadirkan suasana yang sarat pesan. “Budaya adalah ingatan yang menuntun masa depan,” sebuah ungkapan yang terasa hidup di setiap rangkaian acara penutup yang memikat ribuan warga.

Penutupan resmi dilakukan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutan hangatnya, ia menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) hingga para pegiat budaya yang tak henti menjaga semarak tradisi daerah. Menurutnya, FPB 2025 adalah tonggak baru karena untuk pertama kalinya festival ini berdiri sebagai perhelatan mandiri, bukan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kutim.

“Festival Budaya ini sudah sering kita lakukan, namun seringnya dikaitkan dengan kegiatan seperti ulang tahun Kutim. Malam hari ini adalah kegiatan yang pertama terkait dengan Festival Pesona Budaya yang kita buat sedemikian rupa,” ujar Bupati Ardiansyah, menekankan makna strategis penyelenggaraan FPB 2025 sebagai wadah khusus untuk memajukan kebudayaan lokal.

Ia menjelaskan bahwa festival ini berhasil merangkum kekayaan budaya Kutai Timur, mulai dari tradisi pesisir, budaya pedalaman, hingga berbagai unsur budaya nusantara yang turut tumbuh dan berakar di wilayah ini. Keberagaman tersebut, menurut Bupati, menjadi cermin hidup dari perjalanan masyarakat Kutim yang telah berabad-abad membangun identitasnya melalui seni dan tradisi.

Bupati Ardiansyah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan budaya lokal. “Kita akan terus menggali budaya-budaya ini melalui Festival Pesona Budaya, melalui edukasi budaya seperti seminar, kemudian melakukan penelitian-penelitian budaya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa komitmen ini sejalan dengan kehadiran kesenian klasik Tarsul pada malam penutupan, sebuah tradisi yang mencerminkan jejak panjang komunitas Kutai dalam merawat seni tutur.

Menurutnya, budaya klasik tak boleh ditinggalkan. “Kita tidak akan meninggalkan budaya-budaya asal, budaya-budaya klasik yang mencerminkan kehidupan pada saat di mana komunitas ada, yang akan mencerminkan di mana daerah itu tumbuh,” tegasnya, memastikan bahwa pelestarian budaya tetap menjadi prioritas pemerintah daerah di tengah modernisasi yang semakin cepat.

Dengan pidato yang penuh penghargaan dan komitmen tersebut, suasana penutupan FPB 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kutai Timur untuk terus menapaki masa depan tanpa melepaskan akar budaya yang selama ini menjadi penopang identitas mereka. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

Berita Terkini

Suplai SPAM Maloy Pulihkan Air Sangkulirang-Kaliorang

AlawiAlawi20 Agu 2026 Pemkab Kutim

Sulisman: PT Bagong Sepakati Lima Poin dengan Serikat Pekerja

19 Agu 2026

Swargabara Merdeka Fest 2026 Jadi Etalase UMKM Lokal

18 Agu 2026

Ardiansyah: Tak Ada Kata Henti Membangun Kutim

17 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.