Sangatta – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Akhmad Sulaeman menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan para nelayan di Daerah Pemilihan (Dapil) Lima. Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa perhatian terhadap sektor perikanan dan kehidupan nelayan telah menjadi prioritas utamanya sejak masa kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) yang lalu.
“Saat Pileg kemarin, banyak nelayan yang memberikan dukungan kepada saya. Mereka berharap saya dapat menjadi penyambung aspirasi mereka, terutama terkait perbaikan kesejahteraan,” ujar Akhmad Sulaeman saat ditemui di Gedung DPRD Kutim, Kamis (21/11/2024).
Profil Singkat Akhmad Sulaeman
Akhmad Sulaeman lahir di Pulau Miang pada 12 Januari 1970. Pria berusia 54 tahun ini dikenal sebagai tokoh masyarakat yang dekat dengan warga dan aktif dalam kegiatan sosial di wilayahnya. Berstatus sebagai suami dari Siti Fatmawati, Akhmad tinggal di Susuk Luar RT 01, Kecamatan Sandaran.
Sebagai anggota DPRD dari Partai Demokrat, ia dipercaya masyarakat Dapil Lima, yang mencakup wilayah pesisir dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Latar belakang ini menjadi landasan kuat bagi Sulaeman untuk memperjuangkan nasib nelayan yang selama ini kerap menghadapi berbagai tantangan.
Fokus pada Kesejahteraan Nelayan
Kesejahteraan nelayan, menurut Sulaeman, adalah isu utama yang harus segera ditangani. Ia menyebut banyak nelayan di wilayah Dapil Lima yang masih mengalami keterbatasan dalam akses terhadap fasilitas perikanan, seperti alat tangkap modern, infrastruktur dermaga, hingga pasar yang stabil untuk menjual hasil tangkapan.
“Banyak nelayan kita yang masih menggunakan alat tangkap tradisional. Mereka juga kesulitan mendapatkan akses bahan bakar dengan harga terjangkau. Selain itu, infrastruktur seperti pelabuhan kecil di desa-desa pesisir perlu segera diperbaiki,” kata Sulaeman.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan dan pelatihan bagi nelayan untuk meningkatkan kapasitas mereka, baik dalam teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan maupun dalam pengelolaan hasil tangkapan agar memiliki nilai tambah di pasar.
“Nelayan kita harus diberdayakan, tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga bisa mengolah hasil tangkapannya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti ikan asin, abon ikan, atau olahan lainnya,” tambahnya.
Harapan Konstituen dan Perjuangan di DPRD
Masyarakat di Dapil Lima, khususnya nelayan, memiliki harapan besar terhadap Akhmad Sulaeman. Dalam beberapa dialog dengan warga, mereka mengungkapkan kebutuhan mendesak, mulai dari bantuan permodalan, pengadaan alat tangkap, hingga dukungan regulasi yang melindungi wilayah tangkap mereka dari ancaman kapal besar atau praktik ilegal lainnya.
“Saya memahami betul apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan nelayan. Sebagai wakil rakyat, saya berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi ini di DPRD Kutim. Saya juga akan mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan,” tegasnya.
Akhmad Sulaeman menyebutkan bahwa langkah pertama yang akan diambil adalah menyusun program kerja konkret bersama komisi terkait di DPRD Kutim. Program tersebut meliputi peningkatan anggaran untuk sektor perikanan, pengadaan alat tangkap modern, serta pemberian subsidi bahan bakar bagi nelayan kecil.
Kerja Sama dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan nelayan, Sulaeman menilai pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya. Ia berencana mengusulkan pembentukan tim kerja khusus yang fokus pada pengembangan sektor perikanan di Dapil Lima.
“Masalah nelayan tidak bisa diselesaikan hanya oleh DPRD. Harus ada kerjasama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat nelayan,” ujarnya.
Sulaeman juga berkomitmen untuk memperjuangkan akses nelayan terhadap program-program nasional, seperti bantuan kapal dan alat tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Panggilan Moral untuk Masyarakat Pesisir
Bagi Sulaeman, perjuangan untuk nelayan bukan semata tugas sebagai anggota dewan, tetapi juga panggilan moral sebagai bagian dari masyarakat pesisir. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan nelayan karena lahir dan besar di Pulau Miang, salah satu wilayah pesisir Kutim.
“Saya tahu persis bagaimana kehidupan nelayan, karena saya sendiri berasal dari keluarga nelayan. Hal ini yang membuat saya memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan nasib mereka,” tuturnya.
Harapan ke Depan
Dengan komitmen yang telah disampaikan, Sulaeman berharap para nelayan di Dapil Lima dapat merasakan perbaikan dalam taraf hidup mereka. Ia juga meminta masyarakat untuk terus mendukung dan memberikan masukan agar program-program yang dirancang benar-benar tepat sasaran.
“Ini adalah perjuangan kita bersama. Saya yakin, dengan kerjasama dan dukungan semua pihak, kita bisa mewujudkan kesejahteraan nelayan di Kutai Timur,” tutupnya.
Melalui dedikasi dan kerja kerasnya, Akhmad Sulaeman berharap dapat menjadi wakil rakyat yang tidak hanya mendengar, tetapi juga mampu merealisasikan aspirasi masyarakat pesisir yang telah mempercayakan suaranya kepada dirinya.
